Sejarah dan Perkembangan
Klasifikasi Secara Umum
oleh
Ni Luh Putu Ratnawati
1712312003
Program D3 Perpustakaan FISIP Universitas Udayana
Abstrak:
Tujuan dari paper ini adalah untuk mengetahui Sejarah dan Perkembangan
Klasifikasi Secara Umum. Namun, dalam paper ini akan lebih membahas tentang
Sejarah dan Perkembangan Klasifikasi pada Dunia Indormasi dan Perpustakaan.
Paper ini akan memberikan informasi mengenai Sejarah dan Perkembanga
Klasifikasi pada Dunia Informasi dan Perpustakaan dari berbagai sumber
informasi ynag diperoleh karena berhubungan dengan kurangnya wawasan terhadap
hal ini bagaimanakah Sejarah dan Perkembangan Klasifikasi pada Dunia Informasi
dan Perpustakaan dari zaman dahulu sampai sekarang serta klasifikasi ini bisa
digunakan sebagai media pembelajaran. Dalam hal ini informasi mengenai Sejarah
dan Perkembangan Klasifikasi pada Dunia Informasi dan Perpustakaan dapat
diketahui setelah membaca paper ini sehingga dapat berguna dan bermanfaat untuk
menambah wawasan lebih dalam tentang ilmu kita dalam hal pengklasifikasian yang
bukan hanya sekedar mempelajari materi yang sudah ada dan tertera saja namun
alahkan lebih baiknya harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana Sejarah dan
Perkembagan Klasifikasi pada Dunia Informasi dan Perpustkaan dari zaman dahulu
sampai sekarang.
Kata kunci : Sejarah, klasifikasi,
perkembangan klasifikasi, dan Dewey Decimal Calssification (DDC)
Latar Belakang
Dalam kegiatan sehari-hari pasti manusia melakukan kegiatan, namun sebelum
melakukan kegiatan kita pasti akan berfikir apa yang akan dilakukan dan
bagaimana prosedur serta manfaatnya. Sebenarnya kita sehari-hari
sering melakukan kegiatan klasifikasi. Sederhananya, klasifikasi itu merupakan kegiatan memilah dan memilih,
mengelompokkan, menggolongkan suatu subjek/objek berdasarkan ciri-ciri
tertentu. Contohnya dalam kegiatan pengelompokkan barang, misalnya pakaian yang
digunakan sehari-hari serta bumbu dapur yang sering kita jumpai saat memasak.
Pengelompokkan ini berfungsi untuk mempermudah dalam melakukan kegiatan serta
mempermudah pemakai barang dalam memilih dan menempatkan barang yang di
kelompokkan. Manusia akan menempatkan barang yang akan di kelompokkan
berdasarkan ciri-ciri kesamaannya. Sebagai manusia yang berpendidikan harus
mampu mengamati berbagai objek. Klasifikasi sangat membantu manusia dalam
menyusun sesuatu yang awalnya tidak teratur menjadi teratur. Menurut Sulistyo
Basuki, Klasifikasi adalah suatu proses pengelompokkan atau pengumpulan benda
atau entitas yang sama, serta memisahan benta atas entitas yang tidak sama.
Secara
etimologi, klasifikasi berasal dari bahasa inggris dari kata classification dan kata ini berasal dari
kata to calssy yang artinya
menggolongkan dan menepatkan benda-benda di suatu tempat. Klasifikasi juga
berarti suatu kegiatan kegiatan pengelompokkan benda menurut ciri kesamaannya
serta memisahkan benda yang tidak sama. Dalam kehidupan sehari-hari manusia sangat
erat dengan kegiatan klasifikasi, klasifikasi ini sangat berdampak baik bagi
kehidupan manusia. Saat ini tidak sedikit manusia yang menyadari bahwa dalam
kehidupan sehari-hari sering melakukan kegiatan klasifkasi. Hal ini sangat
membantu dalam kegiatan-kegiatan tertentu yang dilakukan oleh manusia. Secara
garis besar klasifikasi sangat bermanfaat dalam kehidupan manusia. Dalam
konteks menyusun suatu pengetahuan secara sistematis berdasarkan
kaedah-kaedahnya dan ini merupakan suatu bentuk dari klasifikasi.
Klasifikasi
tidak hanya dapat dilakukan dirumah saja, ini bisa juga sangat perlu dilakukan
di perpustakaan. Dalam dunia perpustakaan, klasifikasi diterapkan di pusat
informasi sebagai peyusunan secara sistematis terhadap buku atau bahan pustaka
lain atau katalog atau indeks berdasarkan subjek, dalam cara yang paling
berguna nagi mereka yang ingin membaca atau mencari informasi atau buku di
perpustakaan. (Sulistyo-Basuki, 1999:298). Dari pengertian ini klasifikasi
mempunyai fungsi yaitu: sebagai tata penyususanan buku di jajaran rak, serta
sebagai sarana penyususnan entri bibliografi pada katalog, dan indeks dalam
tata susunan yang sistematis. Dalam kaitannya di dunia perpustakaan klasifikasi
diartikan sebagai kegiatan pengelompokkan bahan pustaka berdasarkan ciri-ciri
yang sama, misalnya pengarang, fisik, isi dsb. Akan tetapi yang menjadi dasar utama penggolongan berdasarkan isi atau
subyek buku. Ini artinya bahwa buku-buku yang membahas subyek yang sama akan
dikelompokkan bersama-sama. Maka dari itu saya akan membahas secara lebih
mengkhusus pada penerapan klasifikasi di perpustakaan. Pembahasan pertama
diawali dengan sejarah dan perkembangan klasifikasi serta tujuan dan manfaat
dari klasifikasi di perpustakaan.
Sejarah dan Perkembangan Klasifikasi
Klasifikasi yang kita tahu saat ini adalah bentuk kegiatan
pengelompokkan yang dilakukan oleh manusia untuk untuk membedakan barang –
barang atau makhluk hidup yang berbeda jenis, fungsi, dan sebagianya untuk
dikelompokkan kedalam satu wadah yang nanti berguna untuk mempermudah dalam
pencarian benda – benda ataupun yang lainnya. Klasifikasi telah ada pada tahun 2000.
Namun, ilmu biologi memulai dengan klasifikasi pada abad ke-4 SM. Orang yang
pertama kali melakukan kegiatan ini yaitu Aristoteles seorang ilmuan Yunani.
Aristoteles melakukan klasifikasi pada makhluk hidup yaitu tumbuhan dan hewan.
Menurut Aristoteles klasifikasi makhluk hidup dibagi menjadi kingdom plantae
dan animalia. Dimana kingdom plantae atau bisa dikatakan kelompok tumbuhan
memiliki klorofil dan tidak bisa berpindah tempat sedangkan kingdom animalia
atau hewan tidak memiliki klorofil namun bisa berpindah tempat. Melalui
kegiatan yang di lakukan oleh Aristoteles ini, lalu ilmuan perpustakaan yang
bernama Melvil Dewey menerbitkan klasifikasi persepuluh dewey (DDC) tahun 1876
dengan judul “A Classification and Subject
Indects for a Library”. Pada saat itu, penerbitan pertamanya masih sangat
sederhana yang hanya berjumlah 42 halaman, 12 hlm bagian pendahuluan, 12 hlm
bagian bagan, dan 18 hlm indeks. (Noprianto, 2014)
Pengertian klasifikasi juga dikemukakan
oleh para ahli yaitu salah satunya Harrolds Librarians Glossary yang mengatakan
bahwa klasifikasi adalah pengelompokkan benda secara logis menurut ciri-ciri
kesamaannya. Pengelompokkan ini nantinya memberikan kemudahan bagi manusia
dalam melakukan kegiatan. Penyusunan secara sistematis biasanya dilakukan oleh
lembaga-lembaga yang menyimpan berkas maupun file, yang tujuannya yaitu untuk
mempermudah dalam menyimpan atau mencari file yang diperlukan secara cepat.
Selain Harrolds Librarians Glossary yang berpendapat, ada banyak lagi para ahli
mengemukakan pendapatnya seperti bapak pustakawan kita yaitu bapak Sulistyo
Basuki mengatakan bahwa klasifikasi adalah proses pengelompokkan atau
pengumpulan benda atau entitas yang sama, serta memisahkan benda atas entitas
yang tidak sama. Towa P. Hamakonda dan J.N.B. Tairas juga mengatakan klasfikasi
adalah pengelompokkan yang sistematis dari obyek, gagasan, buku atau
benda-benda lain ke dalam kelas atau golongan tertentu berdasarkan ciri-ciri
yang sama. Di dalam klasifikasi bahan pustaka dipergunakan penggolongan
berdasarkan beberapa ciri tertentu. Misalnya oleh karena bentuk fisik yang
berbeda, maka penempatan buku perpustakaan dipisahkan daripada surat kabar, majalah, piringan hitam, microfilm dan slides.
Kegiatan pengklasifikasian ini berawal
dari kegiatan manusia sehari-hari dalam berbagai kegiatan persahaan maupun yang
lainnya. Hal bisa dilihat dari pengelompokkan benda yang memiliki ciri yang
sama dan memisahkan yang tidak sama. Setelah menciptakan DDC pertama kali yang
diterbitkan oleh Melvil Dewey, DDC terus berkembang seiring dengan
perembangannya ilmu pengetahuan. Sampai sekarang banyak negara yang menggunakan
DDC ini, yang sudah tercatat menggunakan DDC ini yaitu 35 negara dan
diterjemahkan melebihi dari 30 bahasa serta diterjemahkan dalam bahasa
Indonesia. Pada tahun 1894 kembali DDC
menerbitkan edisi terbaru, namun edisinya masih ringkas. Edisi ringkas ini
diterbitkan untuk perpustakaan yang berskala masih kecil atau tidak terlalu
besar koleksinya, yang berarti perpustakaan yang jumlah koleksinya masih
dibawah kisaran 20.000 judul (Nopriaonto, 2014). Klasifikasi juga diterapkan di
bidang ilmu pengetahuan lainnya serta kegatan manusia di kehidupan sehari-hari.
Untuk ilmu pengetahuan alam khususnya biologi klasifikasi untuk pengelompokkan
makhluk hidup. Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa banyak kegiatan
yang menggunakan klasifikasi walaupun itu cukup sederhana, untuk itu fokuskan
klasifikasi pada bidang ilmu pusat informasi dan perpustakaan.
Pengaplikasian Klasifikasi dalam Pusat Informasi
Kita sudah mengetahui bahwa klasifikasi sangat membantu kehidupan manusia
dalam kehidupan sehari-hari serta hal ini dapat diterapkan pada bidang pusat
informasi, karena dilihat dari banyaknya informasi yang ada dan perlu
pengelompokkan informasi sesuai ciri nya. Zaman sekarang manusia harus melek
akan segala informasi yang beredar. Di zaman yang semakin berkembang sangat
perlu mengetahui informasi yang beredar, karena informasi sangat penting supaya
kita tidak ketinggalan informasi di berbagai belahan dunia. Informasi sendiri
tidak hanya didapatkan melalui koran atau majalah, melainkan bisa melalui media
sosial. Media sosial ini membantu kita lebih update mendapatkan informasi. Informasi
merupakan data yang telah diolah sehingga memiliki bentuk yang berarti dan
bermanfaat bagi penerimanya, yaitu untuk dapat digunakan dalam pengambilan
keputusan baik itu untuk saat ini atau di masa yang akan datang. Maraknya
sumber informasi yang ada pada zaman ini membuat banyak orang-orang untuk
memanfaatkan keadaan untuk membuat berita bohong dan menyebar luaskan di media
sosial. Hal ini menyebabkan banyak berita yang tidak benar di dunia maya, serta
menyebabkan resah pengguna media sosial. Berbagai masalah muncul, seperti
berita bohong yang memenuhi media sosial yang sifatnya bisa saja membuat orang
jengkel. Jelas sekali bahwa kita sebagai mahasiswa yang berpendidikan bijak
menggunakan media sosial, seperti memilah atau memilih mana berita bohong atau
berita benar. Dengan begitu di zaman modern klasifikasi informasi sangat
penting karena klasifikasi juga dapat menjaga suatu rahasia yang dimiliki oleh
organisasi. Klasifikasi yang diterapkan pada
informasi dapat dibedakan dengan berbagai cara pengklasifikasian. Misalnya,
menurut fungsi sistem (embedded IT System, dedicated IT system, dan general
purpose IT system), menurut departemen atau perusahaan bisnis (sistem informasi
akuntansi, sistem informasi pemasaran, sistem informasi produksi, dll), menurut
dukungan terhadap level manajemen dalam perusahana (sistem pemrosesan
transaksi, sistem pendukung keputusan, san sistem informasi eksekutif), menurut
ukuran dan menurut cara melayani permintaan (klien-server). ( Desy, 2011 )
Pengaplikasian Klasifikasi pada Perpustakaan
Tujuan utama dari perpustakaan adalah mengusahakan agar semua pengunjung
dapat secara mudah memperoleh bahan yang diperlukan. Salah satu diantara
alat-alat yang diciptakan orang untuk maksud tersebut adalah klasifikasi. Dunia
Perpustakaan klasifikasi sangat penting dilakukan karena kegiatan ini dapat
membantu mempermudah pustakawan maupun
pengunjung dalam menacari buku ataupun menata buku. Dapat dibayangkan jika
sistem klasifiasi tidak dilakukan di perpustakaan, maka buku-buku yang jenisnya
berbeda akan tercampur sehingga untuk mencari buku yang diinginkan membutuhkan
waktu yang cukup lama. Saat ini sudah terbukti bahwa perpustakaan yang sudah
berembang di zaman sekarang sudah mengembangkan klasifikasi, hal ini membuat para
pengunjung semakin puas dalam mencari buku di perpustakaan. Mendengar kata
perpustakaan pasti kebanyakan orang akan berpikiran tentang buku. Dalam buku
pasti banyak pengetahuan yang terdapat di dalam nya tidak terkecuali informasi.
Kaitannya perpustakaan dengan informasi sangat erat karena merupakan hal yang
sangat penting untuk dimiliki oleh pustakawan bahkan perpustakaan. Jadi,
klasifikasi dalam dunia perpustakaan sagat penting dan perlu diterapkan
seterusnya. Kegiatan teknologi informasi merupakan kegiatan manusia yang biasa
dilakukan setiap hari seiring dengan perkembagannya zaman serta digunakan untuk
mnghasilkan dan menyebar informasi. Teknologi informasi di perpustakaan
bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan dan kualitas pelayanan pada penggunaan
pada pengguna (right information, right
user and right now). Maka begitu banyaknya manfaat yang ditimbulkan oleh
teknologi informasi membuat kita sadra akan pentingnya hal tersebut di era
globalisasi dan serba teknologi seperti saat ini. Namun teknologi informasi juga dapat menimbulkan
masalah diantarannya hak cipta, perlindungan data, transborder data
flow, dan pengangguran. Maka pengarsipan data dan teks merupakan tugas
tradisional perpustakaan. Perpustakaan bertugas menyimpan kumulasi pengetahuan
masyarakat sekitar. Disamping itu juga perpustakaan juga bertugas untuk
mempersiapkan cantuman bibliografi dari dokumen berisi pengetahuan yang
dihasilkan masyarakat (Sulistyo-Basuki, 1993 ).
Semua bagan atau sistem klasifikasi serta klasifikasi persepuluhan Dewey
berusaha untuk menyusun semua subyek yang mencakup keseluruhan ilmu pengetahuan
manusia ke dalam suatu susunan yang sistematis dan teratur yang umumnya terdiri
dari sejumlah kelas utama, yang masing-masing diperinci lagi menjadi
bagian-bagian yang lebih kecil lagi, mengurutkan suatu urutan yang logis yang
biasanya dari yang bersifat umum kepada yang bersifat khusus. Biasanya kita
mengenal perpustakaan dengan koleksinya berupa buku, file, data-data dan juga
tempat mencari berbagai informasi. Perpustakaan sekarang juga menyediakan karya
tulis ataupun ilmu pengetahuan lainnya. Sehingga perpustakaan merupakan tempat
yang penting ada di setiap lembaga-lembaga pendidikan bahkan setiap instansi
pemerintahan karena perpustakaan jantung dari ilmu pengetahuan, jadi sangat
penting dilakukan kegiatan klasifikasi data-data yang ada di perpustakaan untuk
memudahkan user untuk mencari buku di
perpustakaan. Penerapan klasifikasi pada
perpustakaan dimulai dari hal yang sederhana, dimana saat itu masih dilakukan
pengelompokkan buku – buku secara sederhana. Setelah itu barulah terciptanya
sistem DDC. Bagan DDC
terdiri dari kelas utama, divisi, seksi, subseksi yang masih dapat diperinci
lagi. Oleh karena itu, sistem klasifikasi juga dapat dijadikan dasar untuk
penyusunan buku pada rak buku, maka kepada semua berkas, bagian serta sub-bagian
diberikan notasi atau simbol tertentu, sehingga buku-buku yang memiliki notasi
yang sama (yang berarti membahas subyek yang sama) dapat dikumpulkan pada suatu
tempat. Simbol-simbol yang dipakai berupa angka, huruf, atau kombinasi dari
angka dan huruf. DDC merupakan singkatan dari Dewey
Decimal Classification. DDC merupakan klasifikasi ciptaan abad ke-19 yang
dibuat atas prinsip taksonomis dan hirarkhis. DDC menduduki peringkat pertama
yang paling banyak digunakan. DDC merupakan klasifikasi yang digunakan pada
perpustakaan, bukan klasifikasi yang digunakan untuk ilmu pengetahuan
lainnya (Sulistyo-Basuki, 1993 ).
Klasifikasi
yang terus berkembang dari zaman ke zaman membuat perubahan-perubahan ynag ada
pada klasifikasi. Hal ini membuat adanya beberapa perbedaan yang mucul antara
klasifikasi tradisional dengan modern. Klasifikasi
tradisonal cenderung untuk mendaftar ( to enumerate ) semua subjek dan
subdivisi subjek serta menyatakan simbol bagi setiap subjek. Klasifikasi ini
disebut klasifikasi enumeratif. Contohnya yaitu Library of Congress
Classification. Sedangkan untuk klasifikasi modern menekankan pentingnya faset
analisis dan sintesis, klasifikasi ini disebut klasifikasi berfaset. Contohnya
yaitu Colon Classification atau klasifikasi analisi dan
sintesis.(Sulistyo-Basuki, 1993 ). Tidak sembarangan perpustakaan bisa menggunakan DDC, hal
ini dikarenakan setiap perpustakaan harus mengikuti unsur-unsur yang berlaku
dalam menggunakan DD yaitu sebagai berikut:
1. Sistematika
Pembagian ilmu
pengetahuan yang dituangkan kedalam suatu bagan yang lengkap dan dilandaskan
pada beberapa prinsip dasar tertentu.
2. Notasi
Notasi ini terdiri dari
serangkaian simbol ynag berupa angka, yang mewakili serangkaian istilah (yang
mencerminkan subyek tertentu) yang terdapat dalam bagan. Dengan demikian,
setiap kelas bagian dan sub-bagian di dalam bagan mempunyai notasinya sendiri
yang pada bagan DDC disebut nomor kelas.
3. Indeks relatif
Indeks relatif terdiri
dari sejumlah tajuk degan perincian aspek-aspeknya yang disusun secara
alfabetis, dan memberikan petunjuk berupa nomor kelas yang memungkinkan orang
mencari tajuk yang tercantum dalam indeks bagan.
4. Tabel pembantu
Tabel pembantu biasanya
berbentuk serangkaian notasi khusus yang dipakai untuk menyatakan aspek-aspek
tertentu yang selalu terdapat dalam beberapa subyek yang berbeda.
5. Karya umum
Disamping itu, sistem
klasifikasi juga harus menyedakan kelas untuk karya umum, untuk menempatkan
karya-karya yang begitu luas cakupannya sehingga tidak dapat dimasukkan kedalam
salah satu kelas utama manapun. Demikian juga untuk karya tertentu yang bentuk
penyajiannya lebih dipentingkan daripada subyeknya, seperti pada kesusastraan
Klasifikasi yang diterapkan dalam
perpustakaan dan juga dalam hal informasi. Yang dengan kata lain
klasifikasi dapat berfungsi ganda yaitu (a). sebagai gawai penyusun buku di
rak, (b). sebagai sarana penyusun entri bibliografis dalam katalog tercetak,
bibliografi, dan indeks dalam tata susunan sistematis. (Sulistyo-Basuki, 1993
). Bibliografi merupakan Klasifikasi yang sudah diterapkan diperpustakaan
ataupun pada informasi contohnya : Bibliogrfi Nasional Indonesia.
Dalam
dunia perpustakaan klasifikasi pasti memiliki tujuan. Tujuan klasifikasi adalah untuk
mengorganisasikan bahan pustaka dengan sistem tertentu sehingga mudah ditemukan
dan dikembalikan pada tempat penyimpanan. Adapun tujuan-tujuan tersebut dapat
dijabarkan sebagai berikut:
1.
Menghasilkan urutan yang berguna
Tujuan utama dari klasifikas adalah
menghasilkan urutan atau susunan bahan pustaka yang berguna bagi staff
perpustakaan maupun bagi pemakai perpustakaan.
2.
Penempatan yang tepat
Bila bahan pustaka diperlukan pemakai,
pustaka yang diinginkan mudah diketemukan serta mudah dikembalikan oleh petugas
ke tempat yang pasti dan sesuai dengan sistem klasifikasi yang digunakan.
3.
Penyusunan mekanis
Bahan pustaka baru mudah disisipkan
diantara bahan pustaka yang sudah dimiliki. Demikian pula penarikan bahan pustaka tidak akan menganggu
susunan bahan pustaka dijajaran.
Dari penjelasan diatas dapat kita
ketahui bahwa, dalam dunia perpustakaan sangat diperlukan adanya kegiatan
klasifikasi guna untuk mempermudah pustakawan mencari bahan pustaka. Ini sangat
membuktikan bahwa klasifikasi sangat penting dilakukan di perpustakaan. Dari
penjabaran diatas, kita menyadari bahwa kegiatan klasifikasi bisa dilakukan
dalam kehidupan sehari-hari dalam mengelompokkan suatu barang yang dapat
membantu kegiatan manusia dan terus diterapkan sampai ke lembaga-lembaga
pendidikan bahkan sampai ke instansi-instansi pemerintahan yang memiliki
perpustakaan. Dalam dunia perpustakaan terdapat dua macam notasi dasar sistem
klasifikasi yaitu: notasi murni yang hanya menggunakan salah satu dari huruf, angka,
atau tanda-tanda lain secara konsisten, dan notasi campuran yang menggunakan
dua simbol atau lebih yaitu gabungan antara huruf dan angka. Beberapa sistem
klasifikasi perpustakaan dapat dibedakan menurut ciri pengelompokannya yaitu
sebagai berikut:
1.
Klasifikasi Artifisial yaitu pengelompokan bahan pustaka berdasarkan ciri
atau sifat-sifat lainnya.
2.
Klasifikasi Utility yaitu pengelompokan bahan pustaka
dibedakan berdasarkan kegunaan dan jenisnya.
3.
Klasifikasi Fundamental yaitu pengelompokan bahan pustaka
berdasarkan ciri subyek. Pengelompokan bahan pustaka berdasarkan sistem ini
mempunyai beberapa keuntungan, diantaranya:
1)
Bahan pustaka yang subyeknya sama atau hampir sama,
letaknya berdekatan.
2)
Dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menilai
koleksi yang dimilikidengan melihat subyek mana yang lemah dan mana yang kuat.
3)
Memudahkan pemakai dalam menelusur informasi menurt
subyeknya.
4)
Memudahkan pembuatan bibliografi menurut pokok masalah.
Klasifikasi jenis fundamental lebih
banyak digunakan oleh perpustakaan besar maupun kecil. Dalam sitem tersebut
buku dikelompokkan berdasarkan subyek seperti DDC sehingga memudahkan pemakai
menelusur suatu informasi.
Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat
disimpulkan bahwa, klasifikasi sudah ada pada zaman dulu hingga sekarang sehingga
klasifikasi informasi dan perpustakaan bisa dipelajari oleh manusia. Klasifikasi bisa diterapkan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari guna untuk
mempermudah mengelompokkan suatu barang atau sejenisnya. Tidak hanya itu,
klasifikasi juga diterapkan dalam dunia informasi dan perpustakaan. Klasifikasi
merupakan suatu proses pengelompokkan atau pengumpulan benda atau entitas yang
sama, serta memisahkan benda atas entitas yang tidak sama. Klasifikasi
perpustakaan dapat dilakukan dengan memenuhi unsur-unsur yang berlaku dan
mengikuti aturan-aturan dalam pengklasifikasian. Sehingga, manfaat klasifikasi
di perpustakaan sudah dirasakan oleh manusia saat ini yang berawal dari
kegiatan sehari-hari.
Saran
Saran
saya sebagai penulis kepada pembaca agar membaca dan mempelajari bagaimana
sejarah dan perkembangan klasifikasi khususnya klasifikasi di dunia
perpustakaan. Dalam dunia perpustakaan sudah banyak yang menerapkan sistem
klasifikasi untuk memudahkan pustakawn bahkan pengunjung untuk mencari apa yang
dibutuhkan. Namun tidak sedikit juga perpustakaan yang belum menerapkan
kegiatan klasifikasi ini, contohnya di sekolah saya dulu yaitu di SMA N 1 AMLAPURA.
Buku-buku disana memang sudah tertata rapi tapi tidak sesuai jenisnya. Dengan
terus berkembangnya zaman, saya berharap sistem klasifikasi bisa diterapkan di
seluruh perpustakaan agar memudahkan mencari bahan pustaka.
Daftar Pustaka
Sulistyo-Basuki
.( 1993 ). Pengantar Ilmu Perpustakaan. hal.
87 – 100, 393- 402, 419 – 421. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Hamakonda, Towa P. & J.N.B.Tairas. 1992. Pengantar Klasifikasi Persepuluh Dewey.hal
1-13. Jakarta : BPK Gunung Mulia
Noprianto, Eko. 2014. Sejarah
Klasifikasi. Diakses pada 7 Februari 2018. http://duniailmu111.blogspot.co.id/2014/03/sejarah-klasifikasi.html
Perpustakaan Nasional RI. Klasifikasi dan Tajuk Subyek Modul 3: Klasifikasi bahan pustaka. Diakses
pada 7 Februari 2018. http://pusdiklat.pnri.go.id/elearning/klasifikasi/frameset03.html
Agus, Priotomo. 2013. Materi
Perpustakaan-Artikel Tentang Klasifikasi. Diakses pada tanggal 9 Februari
2018 http://aguswahyupriutomo.blogspot.co.id/2015/07/artikel-tentang-klasifikasi-ddc-udc-dan.html
0 komentar:
Posting Komentar