Senin, 12 Februari 2018

Katalogisasi

Februari 12, 2018 Posted by Ratna No comments
Manfaat Katalog: Dulu dan Kini
oleh
Ni Luh Putu Ratnawati
1712312003
Program D3 Perpustakaan FISIP Universitas Udayana

Abstrak:
Tujuan dari paper ini adalah untuk mengetahui manfaat katalog dulu dan kini. Namun, dalam paper ini akan lebih membahas tentang manfaat katalog dulu dan kini pada dunia perpustakaan. Paper ini akan memberikan informasi mengenai manfaat katalog dulu dan kini pada perpustakaan berbagai sumber informasi yang diperoleh karena berhubungan dengan kurangnya wawasan terhadap hal ini bagaimanakah manfaat katalog dulu dan kini pada perpustakaan dari zaman dahulu sampai sekarang serta pembahasan mengenai katalogisasi ini bisa digunakan sebagai media pembelajaran. Dalam hal ini informasi mengenai manfaat katalog dulu dan kini pada perpustakaan dapat diketahui setelah membaca paper ini sehingga dapat berguna dan bermanfaat untuk menambah wawasan lebih dalam tentang ilmu kita dalam hal pengkatalogan yang bukan hanya sekedar mempelajari materi yang sudah ada dan tertera saja namun alahkan lebih baiknya harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana manfaat dari katalog dari zaman dulu hingga sekarang serta bagaimana perkembangan katalog dari zaman ke zaman.

Kata kunci : Katalog, manfaat katalog, dan perkembangan katalog

Latar Belakang
            Mempromosikan produk di zaman sekarang manusia sudah tidak perlu repot-repot lagi membawa produk langsung ke customer. Beda halnya di zaman dulu, manusia haru smembawa produk nyata untuk memperlihatkan koleksi produk mereka hal seperti ini sangat memerlukan banyak waktu dan tenaga bahkan membuang-buang tenaga hanya untuk memperlihatkan ke orang lain. Dari pengalaman tersebut, manusia berpikir bagaimana caranya agar saat mempromosikan barang  tidak perlu lagi membawa produk secara langsung. Manusia hanya perlu memperlihatkan gambar yang mewakili semua koleksi yang dimiliki. Dengan terus berkembangnya zaman, manusia menemukan cara agar produk yang mereka tawarkan tidak perlu dibawa. Manusia membuat sesuatu yang sederhana yaitu dengan membuat daftar dari barang-barang ynag dimiliki, ini nantinya akan dipromosikan ke orang lain dengan mudah. Selanjutnya manusia terus memulai membuat beberapa potongan kertas yang isinya daftar-daftar yang mewakili dari seluruh koleksinya.
            Berkembangnya zaman, manusia terus belajar dan belajar. Sampai akhirnya manusia mengenal alat yang dinamakan dengan komputer. Semenjak saat itu manusia mengenal dengan katalog juga dan perkembangannya sangat pesat. Manusia mulai menggunakan komputer untuk membuat katalog, bahkan katalog pada buku sekarang mulai semakin sedikit penggunanya. Karena manusia mulai merasa bahwa katalog dalam komputer lebih efisien dan lebih praktis. Tidak hanya katalog dengan komputer saja, manusia pun mulai mengembangkan katalog yang berbasis online, hal ini karena terciptanya internet yang membuat manusi semakin mengembangkan katalog dengan berbasis online. Dan katalog online saat ini banyak sekali digunakan seluruh orang di dunia ini.
            Pada awalnya katalogisasi digunakan untuk daftar peralatan militer Amerika Serikat dan untuk kepentingan lainnya. Mereka melakukan pengkatalogan untuk mencatat barang-barang militer yang mereka miliki sehingga memudahkan mereka untuk mengecek kembali barang militer. Kegiatan yang mereka lakukan sangat dirasakan manfaatnya sehingga mereka terus melakukan perkembangan terhadap katalog. Zaman dulu katalog bermanfaat sebagai pembuatan daftar-daftar pada barang tertentu, namun di zaman sekarang katalog sangat berkembang pesat yang saat ini mulai dipakai oleh perusahaan untuk mempromosikan produknya. Sehingga penulis ingin menganalisis bagaimana perkembangan kataog dari mulai bentuknya buku sampai berbentuk secara online dan bagaimana manfaat katalog. Katalog saat ini sudah sangat populer karena banyaknya perusahaan yang menggunakan katalog dalam mempromosikan produknya. Katalog juga sudah diterapkan di dunia perpustakaan yang berguna untuk mempermudah menemukan buku yang dikoleksi oleh perpustakaan serta sudah menggunakan katalog yang berbasis online. Perkembangan teknologi yang pesat membuat katalog mengalami perkembangan juga,  dimana katalog dibagi menjadi beberapa bentuk. Dalam hal ini penulis akan memfokuskan bagaimana manfaat katalog dulu dan kini. Pembahasan pertama akan diawali dengan pengertian katalog secara umum sampai mengkhusus ke katalog perpustakaan, tujuan serta bentuk-bentuk katalog dan dilanjutnya dengan manfaat katalog dulu dan sekarang.

Pengertian Katalog
            Katalog berasal dari bahasa lain yaitu “catalogus” yang artinya daftar, dalam pengertian umum katalog diartikan sebagai nama-nama, judul dan barang-barang. Dalam sejarah kepustakawanan, katalogisasi atau pengkatalogan merupakan keterampilan yang sudah dimiliki sejak berabad-abad lamanya sebagai senaria inventaris. Dalam dunia perpustakaan katalog diartikan sebagai daftar bibliografi yang di susun secara sistematis sehingga memungkinkan pengguna perpustakaan dapat dengan mudah mengetahui dan mengenal koleksi yang ada di perpustakaan, dan di mana koleksi tersebut diletakkan. Menurut kamus besar bahasa Indonesia (2001) katalog merupakan secarik kartu, daftar atau buku yang memuat nama benda atau informasi tertentu yang ingin disampaikan, disusun secara berurutan, eratus dan alfabetis. Katalog juga merupakan gambaran dari fisik sebuah dokumen. Hasil pokok  dari kegiatan katalogisasi adalah penyusunan dari bahan pustaka dan pemeliharaan katalog yang memberikan akses utama kepada koleksi.
            Katalog perpustakaan adalah daftar semua bahan pustaka (buku, majalah, kaset, keping CD dan lain-lain) yang ada di perpustakaan dengan dilengkapi oleh semua cantuman bibliografis sesuai dengan sistem yang telah ditentukan pada katalog untuk semua jenis bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan. Hal ini diharapkan dapat membantu user untuk menemukan kembali bahan pustaka yang diperlukan dengan cepat dan tepat. Katalogisasi atau pengkatalogan adalah proses pembuatan katalog, dimana dalam katalog dicantumkan data penting yang terkandung dalam bahan pustaka baik itu secara fisik maupun isi intelektual seperti nama pengarang, judul buku, penerbit dan subyek. Jadi, katalogisasi adalah proses pengambilan keputusan yang menuntut kemampuan mengintepretasikan dan menerapkan berbagai standar sehingga hal-hal penting dari bahan pustaka terekam menjadi katalog.
            Bentuk katalog sudah cukup berkembang serta bermacam-macam, ada yang berbentuk buku, berbentuk kartu dan ada juga yang berbentuk CD dan katalog perpustakaan sekarang yang sering digunakan ialah OPAC (Online Public Acces Catalog). Katalogisasi mempunyai berbagai macam proses, proses tersebut yaitu mencantumkan data-data penting dari bahan pustaka, seperti judul, nama pengarang, penerbit dan subyek. Katalogisasi terbagi menjadi dua bagian yaitu katalogisasi deskriptif dan katalogisasi subjek. Katalogisasi deskriptif yaitu mengidentifikasi dan merekam data bibliografi suatu buku atau dokumen. Sedangkan katalogisasi subjek adalah kegiatan menentukan nomor klasifikasi dan tajuk subjek buku atau dokumen. Perpustakaan zaman sekarang menggunakan katalog karena begitu banyaknya buku yang tersimpan dalam perpustakaan. Hal ini yang membuat adanya katalog di perpustakaan. Sehingga tidak perlu membutuhkan banyak waktu untuk mencari buku walaupun dalam suatu pepustkaan yang memiliki banyak koleksi.

Tujuan Katalog
            Pemakaian perpustakaan menggunakan koleksi perpustakaan untuk mencari bacaan, atau informasi untuk melakukan kegiatan penelitian, dan sebagai alat bantu belajar maupun kegiatan lainnya. Mungkin saja pemakai tidak dapat menemukan buku yang diinginkan dalam rak. Untuk mengetahui buku apa saja yang dimiliki perpustakaan diperlukan adanya alat bantu yang disebut katalog perpustakaan. Jadi katalog perpustakaan adalah daftar buku dalam sebuah perpustakaan atau dalam sebuah koleksi. Katalog perpustakaan berarti sistematika daftar buku atau bahan pustaka ynag lain didalam perpsutakaan yang memberi informasi tentang pengarang, judul, edisi, pemerbit, tahun terbit, ciri fisik, isi, dan lokasi bahan pustaka tersebut disimpan. Tujuan katalog menurut C.A Cutter yaitu sebagai berikut:
1.   Memudahkan seseorang menemukan sebuah karya yang telah diketahui pengarang, judul atau subyeknya.
2.   Memperlihatkan apa yang dimiliki perpustakaan melalui ama pengarang, subyek dan jenis literaturnya.
3.   Membantu pemilihan sebuah karya seperti dalam hal edisinya secara bibliografis dan karakternya.

Bentuk-Bentuk Katalog
            Perpustakaan merupakan suatu organisasi yang terus berkembang. Hal itu bisa dilihat dari bentuk fisik katalog yang terus mengalami perubahan, katalog dapat dikelompokkan berdasarkan bentuk fisiknya antara lain adalah sebagai berikut:
1.   Katalog kartu (Card Catalog)
Katalog kartu sudah digunakan dari seratus tahun yang lalu, hingga sekarang tidak sedikit perpustakaan yang menggunakan katalog ini. Katalog bentuk kartu ini berukuran 7,5 x 12,5 cm. Setiap entri ditulis pada satu kartu. Kartu kemudian dijajarkan dalam pertimbangan sebagai berikut:
1)      Awet dan tahan lama
2)      Fleksibel, yang artinya penyisispan entri baru dan pengeluaran entri yang tidak diperlukan mudah dilaksanakan. Dengan demikian, katalog selalu mencerminkan keadaan bahan perpustakaan secara up to date.
3)      Ringkas yang berarti hemat tempat.
4)      Akses langsung, yaitu dapat digunakan kapan saja oleh pegawai dan beberapa pemustaka sekaligus.
5)      Terseduia lebih dari satu pendekatan. Biasanya, kartu katalog dibuat dalam tiga jenis yaitu katalog pengarang, katalog judul, dan katalog subyek.
6)      Dapat diperbanyak dengan mudah, murah, dan cepat.
7)      Ekonomis, yaitu tidak memerlukan biaya yang tinggi dalam proses pembuatannya.
2.   Katalog berkas
Merupakan kumpulan kertas/kartu berupa lembaran berukuran 7,5 x 12,5 cm. atau 10 x 15 cm. Masing-masing lembar berisi data katalog. Pada bagian kiri diberi lubang. Kemudian diikat atau dijilid. Pada bagian depan dan belakang diberi karton tebal berfungsi sebagai pelindung. Setiap berkas dapat memuat antara 500 hingga 600 lembar. Berkas yang sudah terjilid kemudian disusun menurut nomor berkas.
3.   Katalog buku
Bentuk katalog buku berupa daftar judul-judul bahan perpustakaan yang ditulis atau dicetak pada lembaran-lembaran yang berbentuk buku. Katalog buku sebenarnya tidak fleksibel karena penyisipan dan pengeluaran entri katalog tidak mudah dilakukan. Katalog bentuk buku memiliki beberapa keuntungan, seperti mudah digunakan, dapat dibawa kemana-mana, dan digandakan dengan mudah. Disamping keuntungan yang dimiliki katalog buku, katalog bentuk ini juga memiliki kerugian yaitu katalog sekali jilid maka katalog buku menjadi usang, karena tambahan buku tidak dapat disisipkan ke entri yang sudah ada. Ketika dulu manusia belum mengenal adanya komputer dan jaringan internet, katalog yang digunakan manusia saat itu adalah katalog yang berbentuk kertas ynag tersusun menjadi sebuah buku. Namun, katalog saat itu sangat berguna untuk membantu kegiatan manusia diantaranya mendaftar barang-barang militer, yang saat itu katalog baru pertama kali dilakukan dan sangat dirasakan manfaatnya. Dalam katalog buku juga memiliki kekurangan yaitu katalog ini biasanya paling murah, dan dapat diubah banyak dan dapat pula diperjual belikan. Hanya kesukarannya dalam penambahan, pengurangan dan perbaikan. Setiap kali katalog ini harus diperbaharui supaya sesuai dengan keadaan.
4.   Katalog online
Katalog online merupakan katalog yang data bibliografinya disimpan dalam database komputer. Untuk membuat katalog online dibutuhkan perangkat komputer dan program aplikasi tertentu karena pemanggilan data dilakukan dengan menggunakan bahasa komputer. Contoh : Online Public Acces Catalogue (OPAC). Penelusuran dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan sekaligus misalnya, melalui judul, subyek, dan lain sebagainya yaitu dengan menggunakan penelusuran boolean logic. Keuntungan lain dari adanya katalog online yaitu penelusuran informasi dapat dilakukan dengan cepat, tepat dan kapasitas besar yang memungkinkan input banyak muatan data bibliografis, penelusuran dapat dilakukan oleh banyak pengguna perpustakaan dalam waktu yang bersamaan tanpa saling mengganggu dan tidak sampai terjadi kerumunan atau antrian sebagaimana katalog manual, data bibliografis yang dapat dimasukkan ke dalam entri katalog tidak terbatas.
Katalog online mulai berkembang saat mucul adanya komputer, data pustaka yang di input komputer dirasa dapat memberikan kemudahan bagi manusia dalam menemukan buku. Ketika manusia yang menginginkan untuk mengakses katalog iklan maupu katalog pada perpustakaan, katalog online menjadi salah satu cara alternatif lain yang mudah dilakukan. Hal ini karena katalog online dapat dilihat dimana saja dan kapan saja asalkan ada jaringan internet. Katalog online menjadi katalog yang paling laris digunakan oleh perusahaan-perusahaan. Seperti pada web belanja online, yang hampir semua menggunakan katalog online untuk mempromosikan barangnya. Manfaat katalog online yaitu sebagai berikut:
1)   Penelusuran informasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
2)   Penelusuram dapat dilakukan dimana saja dan tidak harus datang ke perpustakaan.
3)   Menghemat waktu dan tenaga.
4)   Pengguna mendapatkan peluang lebih banyak dalam menelusur bahan pustaka.
5)   Keberadaan perpustakaan diketahui masyarakat luas.
6)   Pengguna dapat mengetahi kebeadaan koleksi dan status koleksi apakah sedang dipinjam atau tidak dipinjam.
7)   Meningkatkan layanan perpustakaan.
8)   Dapat menemukan kembali bahan pustaka yang dibutuhkan.
Sedangkan untuk kekurangannya menggunakan katalog online yaitu sebagai berikut:
1)  Apabila ada bahan pustaka yang belum masuk ke data base pengguna mengalami kesulitan dalam melakukan penelusuran.
2)  Tergantung aliran listrik, bila listrik mati maka kegiatan penelusuran bahan pustaka akan terganggu.

Manfaat Katalog Dulu dan Kini
            Saat ini di kehidupan manusia katalog sudah berkembang. Sudah banyak orang yang berbisnis menggunakan katalog untuk mempromosikan produknya. Mulai dari restaurant yang menggunakan katalog unutk menu makan agar para pelangggan bisa melihat makan yang di tersedia di restaurant tersebut. Katalog pertama kali  dilakukan oleh angkatan laut Amerika pada tahun 1914. Angkatan laut ini membuat daftar-daftar barang militer. Daftar ini kemudian dipublikasikan oleh “Nayal Depot Supply and stock Catalog”. Walaupun masih sederhana, namun pada masa itu sudah dirasakan manfaatnya dalam penentuan perang dunia I. Pada tahun 1929 sistem katalog berkembang dilingkungan pemerintah Amerika. Pada tahun ini Presiden Hoover memutuskan bahwa “Federal Standart Stock Katalog” untuk pemerintah yang berada dalam Departemen Keuangan. Pada tahun 1932 Presiden Rooselvelt berusaha mengembangkan sistem katalog di Amerika yang seragam. Dan pada tahun 1935 President memutuskan suatu peraturan bahwa “Federal Standart Stock Catalog” diberikan untuk seluruh negara Amerika, ini berarti bahwa sistem katalog yang seragam mutlak perlu dilaksanakan dalam setiap Departemen. Sistem katalog ini berlangsung hingga perang dunia II. Selama perang dunia II di lingkunngan pemerintah Amerika terdapat berbagai sistem katalog yang berbeda. Hal ini membuat terjadinya kekacauan pada pemerintahan Amerika dan pada tanggal 18 Januari 1945 Roosevolt mengakui bahwa kekacauan katalog Amerika mengakibatkan pemborosan keuangan dan membahayakan keamana negara. Sehingga pemerintah pada masa itu menetapkan setiap instansi harus menggunakan katalog yang sama dan pada tanggal 3 Juli 1947 Angkatan Darat dan Angkatan Laut membentuk sistem Kataloging yang sama.
            Pada tanggal 1 Juli 1952 dengan Undang-Undang nomor : 436 Departemen Pertahanan dan Keamanan Amerika (DOD) mengesahkan “The Defense Cataloging and Standarization Aet” (Undang-udang Katalogisasi dan Standarisasi Pertahanan). Pada saat ini ditetapkan bahwa sistem penomoran barang menggunakan “Federal Stock Number” (FSN). Sistem katalog DOD dan Departemen Sipil berkembang menjadi sistem yang integral, sistem ini merupakan sistem yang luas dan terdiri dari berbagai kegiatan. Pada tahun 1956 beberapa negara kelompok NATO ikut menggunakan sistem (FSN). Mulailah kode Federal Stock Number (FSN) berubah menjadi “Nato Stock Number” (NSN). Pada tahun 1965 seluruh katalog barang dengan stock number (baik yang Federal maupun NATO System) diproses dengan komputer. Pada tanggal 1 Januari 1962 “Defense Logistics Services Center” (DLSC) dibentuk.   DLSC ini merupakan pusat kegiatan katalog Amerika serta negara-negara NATO. Pada tahun 1975 sistem NSN diresmikan penggunaannya oleh pemerintah Amerika dan berlaku pula untuk negara-negara Eropa dalam bentuk blok NATO. Bulan-bulan berikutnya hampir seluruh negara Eropa (kecuali Blok Timur) menggunakan NSN. Sistem ini kemudian diikuti oleh negara-negara Asia, Afrika dan Amerika Latin.  Di Indonesia yang pertama kali menggunakan katalog adalah TNI AU, yang resmi menggunakan sistem ini pada tahun 1983, meskipun sebelumnya menggunakan NSN.  Melihat dari perkembangan katalog tersebut dapat diketahui bahwa katalog pertama kali dilakukan di negara Amerika yang digunakan untuk mendaftar barang–barang militer, lalu diikuti oleh negara -negara yang tergabung di NATO, negara Eropa, dan negara–negara Asia. Dengan perkembangan katalog yang sangat pesat tidak menutup kemungkinan jika katalog selalu mengalami perubahan–perubahan sesuai dengan perkembangan zaman.
            Dalam perjalanan sejarah, katalog perpustakaan telah mengalami perkembangan dan juga perubahan seiring dengan perkembangan teknologi informasi serta perubahan perilaku informasi oleh para penggunanya. Perubahan tersebut terjadi dari katalog yang awalnya berbentuk buku, kartu sampai OPAC (Online Public Acces Catalog).  Hali ini membuktikan bahwa sesungguhnya katalog perpustakaan dari waktu ke waktu terus menyesuaikan diri dengan setiap perkembangannya yang terjadi terutama berkaitan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.  
            Zaman globalisasi sekarang ini menandakan bahwa zaman sebelumnya sangat berkembang pesat. Di era ini katalog juga ada hubungannya dengan World Wide Web, manfaat dai hubungan ini adalah untuk mengubah perilaku para pengguna dalam mencari informasi di perpustakaan. Untuk mereka yang jarang berkunjung ke perpustakaan tidak perlu susah-susah lagi datang ke perpustakaan, mereka bisa langsung mencari informasi yang mereka butuhkan melalui jaringan kompter global. Katalog yang berada di perpustakaan tidak lagi sering digunakan karena katalog tersebut dianggap hanya sebatas untuk mencari bahan pustaka tersebut. Bahkan jika daftar bahan pustaka yang kita inginkan ada di dalam katalog itu belum tentu bahan pustaka yang terdaftar tersebut ada di dalam rak buku tersebut. Pada saat ini katalog perpustakaan terdiri dari deskripsi yang singkat yang sangat standar arena aturan pengkatalogan yang digunakan adalah AACR2 (Anglo American Cataloging Rules). Setiap item berisi perwakilan suatu catatan yang terstruktur jelas berisi kolom data. Katalog perpustakaan adalah suatu alat yang dapat menunjukkan kekayaan koleksi perpustakaan kepada pengguna, maksudnya yaitu suatu perpustakaan melalui katalog nya dapat mengkomunikasikan kepada pengguna kekayaan koleksinya.
            Zaman modern sekarang, katalog perpustakaan harus mampu berperan aktif tidak hanya sebagai sarana temu kembali informasi, namun informasi yang ada di perpustakaan harus mendukung fungsi manajemen perpustakaan seperti pengawasan inventaris, pengembangan koleksi, pengadaan, pemeriksaan bahan pustaka baru, manajemen anggaran dan lain-lain. Sudah sangat jelas dilihat manfaat yang didapatkan jika menggunakan sistem katalog ini. Katalog juga harus memiliki manfaat sebagai sarana yang mampu menghubungkan antara perpustakaan dan ruang pengatahuan yang ada di web. Katalog pada zaman sekarang paling sering digunakan yaitu OPAC. Manfaatnya yaitu sebagai penelusuran informasi secara cepat dan tepat, penelusuram juga dapat dilakukan secara bersama-sama tanpa ada yang terganggu. OPAC bentuk fisiknya tidak lagi tercetak melainkan memiliki bentuk fisik yang digital dalam komputer, dan masih banyak lagi manfaat dan kelebihan dai OPAC sendiri di bandingkan dengan katalog yang ada pada zaman dahulu.

Kesimpulan
            Dari pembahasan diatas, saya sebagai penulis dapat menyimpulkan bahwa katalog pada zaman sekarang sudah sangat berkembang pesat. Dimana definisi katalog adalah daftar semua bahan pustaka (buku, majalah, kaset, keping CD dan lain-lain) yang ada di perpustakaan dengan dilengkapi oleh semua cantuman bibliografis sesuai dengan sistem yang telah ditentukan pada katalog untuk semua jenis bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan. Yang dulunya terdapat katalog buku sampai akhirnya sejarang ada kalog online. Manfaat katalog pada zaman dahulu yaitu sebagai daftar nama-nama barang militer yang digunakan saat perang dunia I. Sampai akhirnya dimaa mausia sudah mengenal yang namanya komputer dan jaringan internet katalog pun berkembang menjadi katalog online. Katalog online lebih banyak digunakan oleh masyarakat, namun tidak sedikit juga masyarakat dunia yang masih menggunakan katalog buku. Katalog buku sendiri saat sudah semakin diperbaharui agar dapat mengimbangi katalog online. Sudah jelas bahwa manfaat katalog dulu dan sekarang tidak jauh berbeda. Katalog tidak hanya digunakan pada perusahaan yang menawarkan produk saja, melainkan perpustakaan juga menggunakan katalog online.

Daftar Pustaka
Iqra. 2016. Pengertian, Jenis Dan Manfaat Katalog. Diakses pada 9 Februari 2018-02-12 http://perpustakaan-iqra.blogspot.co.id/2016/03/pengertian-jenis-dan-manfaat-katalog.html
Nizam. 2015. Katalog dan Katalogisasi. Diakses pada tanggal 9 Februari 2018-02-12 https://muhaniz.wordpress.com/2015/12/15/katalog-dan-katalogisasi/
Mhd, Zulfahmi. 2017. Berbagai Bentuk Katalog Perpustakaan. Diakses pada 10 Februari 2018 http://ajoefahmi.blogspot.co.id/2017/02/berbagai-bentuk-katalog-perpustakaan.html
Nikiartha, 2013. Katalog Online. Diakses pada 10 Februari 2018 https://nikiartha.wordpress.com/2013/01/19/katalog-online/
Hermanto, Bambang. 2012. Manfaat Katalog Online Bagi Pengguna Perpustakaan. Diaksespada 10Februari 2018 http://ruqoiyahuns.blogspot.co.id/2012/04/manfaat-katalog-online.html
Helsa, 2014. Katalogisasi. Diakses pada 11 Februari 2018






0 komentar:

Posting Komentar