Manfaat Katalog: Dulu dan Kini
oleh
Ni Luh Putu Ratnawati
1712312003
Program D3 Perpustakaan FISIP
Universitas Udayana
Abstrak:
Tujuan dari paper
ini adalah untuk mengetahui manfaat katalog dulu dan kini. Namun, dalam paper
ini akan lebih membahas tentang manfaat katalog dulu dan kini pada dunia
perpustakaan. Paper ini akan memberikan informasi mengenai manfaat katalog dulu
dan kini pada perpustakaan berbagai sumber informasi yang diperoleh karena
berhubungan dengan kurangnya wawasan terhadap hal ini bagaimanakah manfaat
katalog dulu dan kini pada perpustakaan dari zaman dahulu sampai sekarang serta
pembahasan mengenai katalogisasi ini bisa digunakan sebagai media pembelajaran.
Dalam hal ini informasi mengenai manfaat katalog dulu dan kini pada perpustakaan
dapat diketahui setelah membaca paper ini sehingga dapat berguna dan bermanfaat
untuk menambah wawasan lebih dalam tentang ilmu kita dalam hal pengkatalogan
yang bukan hanya sekedar mempelajari materi yang sudah ada dan tertera saja
namun alahkan lebih baiknya harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana manfaat
dari katalog dari zaman dulu hingga sekarang serta bagaimana perkembangan
katalog dari zaman ke zaman.
Kata kunci : Katalog, manfaat
katalog, dan perkembangan katalog
Latar Belakang
Mempromosikan produk di zaman
sekarang manusia sudah tidak perlu repot-repot lagi membawa produk langsung ke customer. Beda halnya di zaman dulu,
manusia haru smembawa produk nyata untuk memperlihatkan koleksi produk mereka
hal seperti ini sangat memerlukan banyak waktu dan tenaga bahkan membuang-buang
tenaga hanya untuk memperlihatkan ke orang lain. Dari pengalaman tersebut,
manusia berpikir bagaimana caranya agar saat mempromosikan barang tidak perlu lagi membawa produk secara
langsung. Manusia hanya perlu memperlihatkan gambar yang mewakili semua koleksi
yang dimiliki. Dengan terus berkembangnya zaman, manusia menemukan cara agar
produk yang mereka tawarkan tidak perlu dibawa. Manusia membuat sesuatu yang
sederhana yaitu dengan membuat daftar dari barang-barang ynag dimiliki, ini
nantinya akan dipromosikan ke orang lain dengan mudah. Selanjutnya manusia
terus memulai membuat beberapa potongan kertas yang isinya daftar-daftar yang
mewakili dari seluruh koleksinya.
Berkembangnya zaman, manusia terus
belajar dan belajar. Sampai akhirnya manusia mengenal alat yang dinamakan
dengan komputer. Semenjak saat itu manusia mengenal dengan katalog juga dan
perkembangannya sangat pesat. Manusia mulai menggunakan komputer untuk membuat katalog,
bahkan katalog pada buku sekarang mulai semakin sedikit
penggunanya. Karena manusia mulai merasa bahwa katalog dalam komputer lebih
efisien dan lebih praktis. Tidak hanya katalog dengan komputer saja, manusia
pun mulai mengembangkan katalog yang berbasis online, hal ini karena
terciptanya internet yang membuat manusi semakin mengembangkan katalog dengan
berbasis online. Dan katalog online saat ini banyak sekali digunakan seluruh
orang di dunia ini.
Pada awalnya katalogisasi digunakan
untuk daftar peralatan militer Amerika Serikat dan untuk kepentingan lainnya.
Mereka melakukan pengkatalogan untuk mencatat barang-barang militer yang mereka
miliki sehingga memudahkan mereka untuk mengecek kembali barang militer.
Kegiatan yang mereka lakukan sangat dirasakan manfaatnya sehingga mereka terus
melakukan perkembangan terhadap katalog. Zaman dulu katalog bermanfaat sebagai
pembuatan daftar-daftar pada barang tertentu, namun di zaman sekarang katalog
sangat berkembang pesat yang saat ini mulai dipakai oleh perusahaan untuk
mempromosikan produknya. Sehingga penulis ingin menganalisis bagaimana
perkembangan kataog dari mulai bentuknya buku sampai berbentuk secara online
dan bagaimana manfaat katalog. Katalog saat ini sudah sangat populer karena
banyaknya perusahaan yang menggunakan katalog dalam mempromosikan produknya.
Katalog juga sudah diterapkan di dunia perpustakaan yang berguna untuk
mempermudah menemukan buku yang dikoleksi oleh perpustakaan serta sudah menggunakan
katalog yang berbasis online. Perkembangan teknologi yang pesat membuat katalog
mengalami perkembangan juga, dimana
katalog dibagi menjadi beberapa bentuk. Dalam hal ini penulis akan memfokuskan bagaimana
manfaat katalog dulu dan kini. Pembahasan pertama akan diawali dengan pengertian
katalog secara umum sampai mengkhusus ke katalog perpustakaan, tujuan serta
bentuk-bentuk katalog dan dilanjutnya dengan manfaat katalog dulu dan sekarang.
Pengertian Katalog
Katalog berasal dari bahasa lain
yaitu “catalogus” yang artinya
daftar, dalam pengertian umum katalog diartikan sebagai nama-nama, judul dan
barang-barang. Dalam sejarah kepustakawanan, katalogisasi atau pengkatalogan
merupakan keterampilan yang sudah dimiliki sejak berabad-abad lamanya sebagai
senaria inventaris. Dalam dunia perpustakaan katalog diartikan sebagai daftar bibliografi yang di susun secara sistematis
sehingga memungkinkan pengguna perpustakaan dapat dengan mudah mengetahui dan
mengenal koleksi yang ada di perpustakaan, dan di mana koleksi tersebut
diletakkan. Menurut kamus besar
bahasa Indonesia (2001) katalog merupakan secarik kartu, daftar atau buku yang
memuat nama benda atau informasi tertentu yang ingin disampaikan, disusun
secara berurutan, eratus dan alfabetis. Katalog juga merupakan gambaran dari
fisik sebuah dokumen. Hasil pokok dari
kegiatan katalogisasi adalah penyusunan dari bahan pustaka dan pemeliharaan
katalog yang memberikan akses utama kepada koleksi.
Katalog perpustakaan adalah daftar
semua bahan pustaka (buku, majalah, kaset, keping CD dan lain-lain) yang ada di
perpustakaan dengan dilengkapi oleh semua cantuman bibliografis sesuai dengan
sistem yang telah ditentukan pada katalog untuk semua jenis bahan pustaka yang
dimiliki perpustakaan. Hal ini diharapkan dapat membantu user untuk menemukan
kembali bahan pustaka yang diperlukan dengan cepat dan tepat. Katalogisasi atau
pengkatalogan adalah proses pembuatan katalog, dimana dalam katalog dicantumkan
data penting yang terkandung dalam bahan pustaka baik itu secara fisik maupun
isi intelektual seperti nama pengarang, judul buku, penerbit dan subyek. Jadi,
katalogisasi adalah proses pengambilan keputusan yang menuntut kemampuan
mengintepretasikan dan menerapkan berbagai standar sehingga hal-hal penting
dari bahan pustaka terekam menjadi katalog.
Bentuk katalog sudah cukup
berkembang serta bermacam-macam, ada yang berbentuk buku, berbentuk kartu dan
ada juga yang berbentuk CD dan katalog perpustakaan sekarang yang sering
digunakan ialah OPAC (Online Public Acces
Catalog). Katalogisasi mempunyai berbagai macam proses, proses tersebut
yaitu mencantumkan data-data penting dari bahan pustaka, seperti judul, nama
pengarang, penerbit dan subyek. Katalogisasi
terbagi menjadi dua bagian yaitu katalogisasi deskriptif dan katalogisasi
subjek. Katalogisasi deskriptif yaitu mengidentifikasi dan merekam data
bibliografi suatu buku atau dokumen. Sedangkan katalogisasi subjek adalah
kegiatan menentukan nomor klasifikasi dan tajuk subjek buku atau dokumen. Perpustakaan zaman sekarang
menggunakan katalog karena begitu banyaknya buku yang tersimpan dalam
perpustakaan. Hal ini yang membuat adanya katalog di perpustakaan. Sehingga
tidak perlu membutuhkan banyak waktu untuk mencari buku walaupun dalam suatu pepustkaan
yang memiliki banyak koleksi.
Tujuan Katalog
Pemakaian perpustakaan menggunakan
koleksi perpustakaan untuk mencari bacaan, atau informasi untuk melakukan
kegiatan penelitian, dan sebagai alat bantu belajar maupun kegiatan lainnya.
Mungkin saja pemakai tidak dapat menemukan buku yang diinginkan dalam rak.
Untuk mengetahui buku apa saja yang dimiliki perpustakaan diperlukan adanya
alat bantu yang disebut katalog perpustakaan. Jadi katalog perpustakaan adalah
daftar buku dalam sebuah perpustakaan atau dalam sebuah koleksi. Katalog
perpustakaan berarti sistematika daftar buku atau bahan pustaka ynag lain
didalam perpsutakaan yang memberi informasi tentang pengarang, judul, edisi,
pemerbit, tahun terbit, ciri fisik, isi, dan lokasi bahan pustaka tersebut
disimpan. Tujuan katalog menurut C.A Cutter yaitu sebagai berikut:
1.
Memudahkan seseorang menemukan sebuah karya yang telah diketahui pengarang,
judul atau subyeknya.
2.
Memperlihatkan apa yang dimiliki perpustakaan melalui ama pengarang, subyek
dan jenis literaturnya.
3.
Membantu pemilihan sebuah karya seperti dalam hal edisinya secara
bibliografis dan karakternya.
Bentuk-Bentuk Katalog
Perpustakaan
merupakan suatu organisasi yang terus berkembang. Hal itu bisa dilihat dari
bentuk fisik katalog yang terus mengalami perubahan, katalog dapat
dikelompokkan berdasarkan bentuk fisiknya antara lain adalah sebagai berikut:
1. Katalog kartu (Card
Catalog)
Katalog kartu
sudah digunakan dari seratus tahun yang lalu, hingga sekarang tidak sedikit
perpustakaan yang menggunakan katalog ini. Katalog bentuk kartu ini berukuran
7,5 x 12,5 cm. Setiap entri ditulis pada satu kartu. Kartu kemudian dijajarkan
dalam pertimbangan sebagai berikut:
1) Awet dan tahan lama
2) Fleksibel, yang artinya penyisispan entri baru dan
pengeluaran entri yang tidak diperlukan mudah dilaksanakan. Dengan demikian,
katalog selalu mencerminkan keadaan bahan perpustakaan secara up to date.
3) Ringkas yang berarti hemat tempat.
4) Akses langsung, yaitu dapat digunakan kapan saja oleh
pegawai dan beberapa pemustaka sekaligus.
5) Terseduia lebih dari satu pendekatan. Biasanya, kartu
katalog dibuat dalam tiga jenis yaitu katalog pengarang, katalog judul, dan
katalog subyek.
6) Dapat diperbanyak dengan mudah, murah, dan cepat.
7) Ekonomis, yaitu tidak memerlukan biaya yang tinggi dalam
proses pembuatannya.
2. Katalog berkas
Merupakan kumpulan kertas/kartu berupa lembaran berukuran
7,5 x 12,5 cm. atau 10 x 15 cm. Masing-masing lembar berisi data katalog. Pada
bagian kiri diberi lubang. Kemudian diikat atau dijilid. Pada bagian depan dan
belakang diberi karton tebal berfungsi sebagai pelindung. Setiap berkas dapat
memuat antara 500 hingga 600 lembar. Berkas yang sudah terjilid kemudian
disusun menurut nomor berkas.
3. Katalog buku
Bentuk
katalog buku berupa daftar judul-judul bahan perpustakaan yang ditulis atau
dicetak pada lembaran-lembaran yang berbentuk buku. Katalog buku sebenarnya
tidak fleksibel karena penyisipan dan pengeluaran entri katalog tidak mudah
dilakukan. Katalog bentuk buku
memiliki beberapa keuntungan, seperti mudah digunakan, dapat dibawa
kemana-mana, dan digandakan dengan mudah. Disamping keuntungan yang dimiliki
katalog buku, katalog bentuk ini juga memiliki kerugian yaitu katalog sekali
jilid maka katalog buku menjadi usang, karena tambahan buku tidak dapat
disisipkan ke entri yang sudah ada. Ketika dulu manusia belum mengenal adanya
komputer dan jaringan internet, katalog yang digunakan manusia saat itu adalah
katalog yang berbentuk kertas ynag tersusun menjadi sebuah buku. Namun, katalog
saat itu sangat berguna untuk membantu kegiatan manusia diantaranya mendaftar
barang-barang militer, yang saat itu katalog baru pertama kali dilakukan dan
sangat dirasakan manfaatnya. Dalam katalog buku juga memiliki kekurangan yaitu
katalog ini biasanya paling murah, dan dapat diubah banyak dan dapat pula
diperjual belikan. Hanya kesukarannya dalam penambahan, pengurangan dan
perbaikan. Setiap kali katalog ini harus diperbaharui supaya sesuai dengan
keadaan.
4. Katalog online
Katalog online merupakan katalog yang data bibliografinya disimpan dalam
database komputer. Untuk membuat katalog online dibutuhkan perangkat komputer
dan program aplikasi tertentu karena pemanggilan data dilakukan dengan
menggunakan bahasa komputer. Contoh : Online
Public Acces Catalogue (OPAC). Penelusuran dapat dilakukan dengan berbagai
pendekatan sekaligus misalnya, melalui judul, subyek, dan lain sebagainya yaitu
dengan menggunakan penelusuran boolean
logic. Keuntungan lain dari adanya katalog online yaitu penelusuran
informasi dapat dilakukan dengan cepat, tepat dan kapasitas besar yang
memungkinkan input banyak muatan data bibliografis, penelusuran dapat dilakukan
oleh banyak pengguna perpustakaan dalam waktu yang bersamaan tanpa saling
mengganggu dan tidak sampai terjadi kerumunan atau antrian sebagaimana katalog
manual, data bibliografis yang dapat dimasukkan ke dalam entri katalog tidak
terbatas.
Katalog online mulai berkembang saat mucul adanya komputer, data pustaka
yang di input komputer dirasa dapat memberikan kemudahan bagi manusia dalam
menemukan buku. Ketika manusia yang menginginkan untuk mengakses katalog iklan
maupu katalog pada perpustakaan, katalog online menjadi salah satu cara
alternatif lain yang mudah dilakukan. Hal ini karena katalog online dapat
dilihat dimana saja dan kapan saja asalkan ada jaringan internet. Katalog
online menjadi katalog yang paling laris digunakan oleh perusahaan-perusahaan.
Seperti pada web belanja online, yang hampir semua menggunakan katalog online
untuk mempromosikan barangnya. Manfaat katalog online yaitu sebagai berikut:
1) Penelusuran informasi dapat dilakukan dengan cepat dan
tepat.
2) Penelusuram dapat dilakukan dimana saja dan tidak harus
datang ke perpustakaan.
3) Menghemat waktu dan tenaga.
4) Pengguna mendapatkan peluang lebih banyak dalam menelusur
bahan pustaka.
5) Keberadaan perpustakaan diketahui masyarakat luas.
6) Pengguna dapat mengetahi kebeadaan koleksi dan status
koleksi apakah sedang dipinjam atau tidak dipinjam.
7) Meningkatkan layanan perpustakaan.
8) Dapat menemukan kembali bahan pustaka yang dibutuhkan.
Sedangkan untuk kekurangannya menggunakan
katalog online yaitu sebagai berikut:
1) Apabila ada bahan pustaka
yang belum masuk ke data base pengguna mengalami kesulitan dalam melakukan
penelusuran.
2) Tergantung aliran
listrik, bila listrik mati maka kegiatan penelusuran bahan pustaka akan
terganggu.
Manfaat Katalog Dulu dan Kini
Saat ini di kehidupan manusia
katalog sudah berkembang. Sudah banyak orang yang berbisnis menggunakan katalog
untuk mempromosikan produknya. Mulai dari restaurant yang menggunakan katalog
unutk menu makan agar para pelangggan bisa melihat makan yang di tersedia di
restaurant tersebut. Katalog pertama kali dilakukan oleh angkatan laut Amerika pada
tahun 1914. Angkatan laut ini membuat daftar-daftar barang militer. Daftar ini
kemudian dipublikasikan oleh “Nayal Depot
Supply and stock Catalog”. Walaupun masih sederhana, namun pada masa itu
sudah dirasakan manfaatnya dalam penentuan perang dunia I. Pada tahun 1929
sistem katalog berkembang dilingkungan pemerintah Amerika. Pada tahun ini
Presiden Hoover memutuskan bahwa “Federal
Standart Stock Katalog” untuk pemerintah yang berada dalam Departemen
Keuangan. Pada tahun 1932 Presiden Rooselvelt berusaha mengembangkan sistem
katalog di Amerika yang seragam. Dan pada tahun 1935 President memutuskan suatu
peraturan bahwa “Federal Standart Stock
Catalog” diberikan untuk seluruh negara Amerika, ini berarti bahwa sistem
katalog yang seragam mutlak perlu dilaksanakan dalam setiap Departemen. Sistem
katalog ini berlangsung hingga perang dunia II. Selama perang dunia II di
lingkunngan pemerintah Amerika terdapat berbagai sistem katalog yang berbeda.
Hal ini membuat terjadinya kekacauan pada pemerintahan Amerika dan pada tanggal
18 Januari 1945 Roosevolt mengakui bahwa kekacauan katalog Amerika
mengakibatkan pemborosan keuangan dan membahayakan keamana negara. Sehingga
pemerintah pada masa itu menetapkan setiap instansi harus menggunakan katalog
yang sama dan pada tanggal 3 Juli 1947 Angkatan Darat dan Angkatan Laut
membentuk sistem Kataloging yang sama.
Pada tanggal 1 Juli 1952
dengan Undang-Undang nomor : 436 Departemen Pertahanan dan Keamanan Amerika
(DOD) mengesahkan “The Defense Cataloging and Standarization Aet” (Undang-udang
Katalogisasi dan Standarisasi Pertahanan). Pada saat ini ditetapkan bahwa
sistem penomoran barang menggunakan “Federal Stock Number” (FSN). Sistem
katalog DOD dan Departemen Sipil berkembang menjadi sistem yang integral,
sistem ini merupakan sistem yang luas dan terdiri dari berbagai kegiatan. Pada
tahun 1956 beberapa negara kelompok NATO ikut menggunakan sistem (FSN).
Mulailah kode Federal Stock Number (FSN) berubah menjadi “Nato Stock Number”
(NSN). Pada tahun 1965 seluruh katalog barang dengan stock number (baik yang
Federal maupun NATO System) diproses dengan komputer. Pada tanggal 1 Januari
1962 “Defense Logistics Services Center” (DLSC) dibentuk. DLSC ini
merupakan pusat kegiatan katalog Amerika serta negara-negara NATO. Pada tahun
1975 sistem NSN diresmikan penggunaannya oleh pemerintah Amerika dan berlaku
pula untuk negara-negara Eropa dalam bentuk blok NATO. Bulan-bulan berikutnya
hampir seluruh negara Eropa (kecuali Blok Timur) menggunakan NSN. Sistem
ini kemudian diikuti oleh negara-negara Asia, Afrika dan Amerika
Latin. Di Indonesia yang pertama kali menggunakan katalog adalah TNI
AU, yang resmi menggunakan sistem ini pada tahun 1983, meskipun sebelumnya
menggunakan NSN. Melihat dari perkembangan
katalog tersebut dapat diketahui bahwa katalog pertama kali
dilakukan di negara Amerika yang digunakan untuk mendaftar barang–barang
militer, lalu diikuti oleh negara -negara yang tergabung di NATO, negara
Eropa, dan negara–negara Asia. Dengan perkembangan katalog yang sangat pesat
tidak menutup kemungkinan jika katalog selalu mengalami perubahan–perubahan
sesuai dengan perkembangan zaman.
Dalam perjalanan sejarah, katalog perpustakaan telah
mengalami perkembangan dan juga perubahan seiring dengan perkembangan teknologi
informasi serta perubahan perilaku informasi oleh para penggunanya. Perubahan tersebut
terjadi dari katalog yang awalnya berbentuk buku, kartu sampai OPAC (Online Public Acces Catalog). Hali ini membuktikan bahwa sesungguhnya
katalog perpustakaan dari waktu ke waktu terus menyesuaikan diri dengan setiap
perkembangannya yang terjadi terutama berkaitan dengan perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi.
Zaman globalisasi sekarang ini menandakan bahwa zaman
sebelumnya sangat berkembang pesat. Di era ini katalog juga ada hubungannya
dengan World Wide Web, manfaat dai
hubungan ini adalah untuk mengubah perilaku para pengguna dalam mencari
informasi di perpustakaan. Untuk mereka yang jarang berkunjung ke perpustakaan
tidak perlu susah-susah lagi datang ke perpustakaan, mereka bisa langsung
mencari informasi yang mereka butuhkan melalui jaringan kompter global. Katalog
yang berada di perpustakaan tidak lagi sering digunakan karena katalog tersebut
dianggap hanya sebatas untuk mencari bahan pustaka tersebut. Bahkan jika daftar
bahan pustaka yang kita inginkan ada di dalam katalog itu belum tentu bahan
pustaka yang terdaftar tersebut ada di dalam rak buku tersebut. Pada saat ini
katalog perpustakaan terdiri dari deskripsi yang singkat yang sangat standar
arena aturan pengkatalogan yang digunakan adalah AACR2 (Anglo American Cataloging Rules). Setiap item berisi perwakilan
suatu catatan yang terstruktur jelas berisi kolom data. Katalog perpustakaan
adalah suatu alat yang dapat menunjukkan kekayaan koleksi perpustakaan kepada
pengguna, maksudnya yaitu suatu perpustakaan melalui katalog nya dapat
mengkomunikasikan kepada pengguna kekayaan koleksinya.
Zaman modern sekarang, katalog perpustakaan harus mampu
berperan aktif tidak hanya sebagai sarana temu kembali informasi, namun
informasi yang ada di perpustakaan harus mendukung fungsi manajemen
perpustakaan seperti pengawasan inventaris, pengembangan koleksi, pengadaan,
pemeriksaan bahan pustaka baru, manajemen anggaran dan lain-lain. Sudah sangat
jelas dilihat manfaat yang didapatkan jika menggunakan sistem katalog ini.
Katalog juga harus memiliki manfaat sebagai sarana yang mampu menghubungkan
antara perpustakaan dan ruang pengatahuan yang ada di web. Katalog pada zaman
sekarang paling sering digunakan yaitu OPAC. Manfaatnya yaitu sebagai
penelusuran informasi secara cepat dan tepat, penelusuram juga dapat dilakukan
secara bersama-sama tanpa ada yang terganggu. OPAC bentuk fisiknya tidak lagi
tercetak melainkan memiliki bentuk fisik yang digital dalam komputer, dan masih
banyak lagi manfaat dan kelebihan dai OPAC sendiri di bandingkan dengan katalog
yang ada pada zaman dahulu.
Kesimpulan
Dari pembahasan diatas, saya sebagai penulis dapat
menyimpulkan bahwa katalog pada zaman sekarang sudah sangat berkembang pesat. Dimana
definisi katalog adalah daftar semua bahan pustaka (buku, majalah, kaset, keping CD dan lain-lain)
yang ada di perpustakaan dengan dilengkapi oleh semua cantuman bibliografis
sesuai dengan sistem yang telah ditentukan pada katalog untuk semua jenis bahan
pustaka yang dimiliki perpustakaan. Yang dulunya terdapat
katalog buku sampai akhirnya sejarang ada kalog online. Manfaat katalog pada
zaman dahulu yaitu sebagai daftar nama-nama barang militer yang digunakan saat
perang dunia I. Sampai akhirnya dimaa mausia sudah mengenal yang namanya
komputer dan jaringan internet katalog pun berkembang menjadi katalog online.
Katalog online lebih banyak digunakan oleh masyarakat, namun tidak sedikit juga
masyarakat dunia yang masih menggunakan katalog buku. Katalog buku sendiri saat
sudah semakin diperbaharui agar dapat mengimbangi katalog online. Sudah jelas
bahwa manfaat katalog dulu dan sekarang tidak jauh berbeda. Katalog tidak hanya
digunakan pada perusahaan yang menawarkan produk saja, melainkan perpustakaan
juga menggunakan katalog online.
Daftar Pustaka
Iqra. 2016. Pengertian, Jenis Dan Manfaat Katalog. Diakses
pada 9 Februari 2018-02-12 http://perpustakaan-iqra.blogspot.co.id/2016/03/pengertian-jenis-dan-manfaat-katalog.html
Nizam. 2015. Katalog dan Katalogisasi. Diakses pada
tanggal 9 Februari 2018-02-12 https://muhaniz.wordpress.com/2015/12/15/katalog-dan-katalogisasi/
Mhd, Zulfahmi. 2017. Berbagai Bentuk Katalog Perpustakaan. Diakses
pada 10 Februari 2018 http://ajoefahmi.blogspot.co.id/2017/02/berbagai-bentuk-katalog-perpustakaan.html
Nikiartha, 2013. Katalog Online. Diakses pada 10 Februari
2018 https://nikiartha.wordpress.com/2013/01/19/katalog-online/
Hermanto, Bambang. 2012.
Manfaat Katalog Online Bagi Pengguna
Perpustakaan. Diaksespada 10Februari 2018 http://ruqoiyahuns.blogspot.co.id/2012/04/manfaat-katalog-online.html
Helsa, 2014. Katalogisasi. Diakses pada 11 Februari
2018