Minggu, 17 Maret 2019

Resensi Film

Maret 17, 2019 Posted by Ratna No comments
MIRACLE IN CELL NO. 7



Hallo teman-teman semuaaa, saya akan membuat sebuah resensi film, yang judulnya Miracle In Cell no. 7, saya mengambil film ini karna film ini begitu berkesan dan menyentuh hati. Film yang menelan biaya sebesar 3,5 miliar Won ini sukses di Korea. Dalam sebulan penanyangan sejak perilisannya tahun lalu, film ini sukses menjaring 10 juta penonton lebih. Menjadikan film Korea ke-8 yang memperoleh laba tertinggi, karena berhasil memperoloh 10 kali lipat dari biaya produksinya.

1. Identitas Film
Judul : Miracle in Cell No.7 (English title). 
Judul Korea : 7beonbangui Seonmool.
Hangul : 7번방의 선물.
Director : Lee Hwan-Kyung.
Penulis Skenario : Lee Hwan-Kyung, Kim Hwang-Sung, Kim Young-Suk.
Producer : Lim Min-Sub.
Cinematographer : Kang Seung-Ki.
Rilis : 23 January 2013.
Runtime : 127 min.
Genre  : Drama / Comedy / Tearjerker / Prison / Father & Daughter 
Distributor : Next Entertainment World.
Bahasa : Korean.

2. Sinopsis Film Korea Miracle in Cell No. 7
Film Korea Miracle in Cell No.7, menceritakan seorang ayah bernama Lee Yong Goo (diperankan Ryoo Seung-Ryong), yang memiliki keterbelakangan mental. Namun dia begitu mencintai putrinya Ye Sung (diperankan Park Shin Hye dan Kal So-won) yang berusia 6 tahun. Suatu hari, Ye Sung ingin membeli sebuah tas kuning bergambar Sailor Moon, tetapi tas tersebut hanya tersisa satu-satunya  dan sudah dibeli oleh anak komisaris polisi. Kemudian ayahnya menjanjikan untuk membeli tas itu, dia memohon pada orang yang membeli tas itu supaya dijualnya tetapi anak itu tidak menjual tas itu karena dia juga menyukai tas itu.
         Pada suatu saat anak komisaris polisi yang membeli tas itu, berbicara pada ayahnya Ye Sung. Dia mengetahui dimana ayahnya Ye Sung bisa mendapatkan tas yang sama seperti anak komisaris beli, anaknya menyuruh ayahnya Ye Sung mengikutinya. Pada saat mengikuti anak komisaris itu, anak itupun terjatuh. Dari penyebab itu, ayahnya Ye Sung terjebak dalam sebuah kasus dengan tuduhan melakukan penculikan, kekerasan seksual, hingga pembunuhan pada anak seorang komisaris polisi tersebut, anak yang telah membeli tas terakhir yang Ye sung dan ayahnya inginkan.
     Kemudian ayah dan anak ini pun terpisah, Ye-sung dikirim ke sebuah lembaga pengasuhan. Sedangkan, ayahnya Yong Goo dimasukan dalam sel penjara no.7, dimana sel tersebut memiliki tingkat keamanan tinggi. Penghuni lain didalam sel tersebut menyadari kalau Yong Goo adalah seseorang yang memiliki keterbelakangan mental. Yong Goo hanya memiliki satu keinginan yaitu melihat putrinya, Ye Seung. Begitulah akhirnya lelaki itu dipenjara di sel nomor 7, bersama tahanan lain dengan kasus-kasus berbeda, awalnya ia menerima intimidasi, tapi karena kejujurannya dan beberapa insiden yang membuktikan kalau Yong Goo adalah orang baik, penghuni penjara sekaligus kepala sipir mulai bersimpati padanya. 
       Narapidana disel itu membantunya kembali bertemu anak gadisnya, membawa Yae Sung secara diam-diam ke dalam sel, bahkan mereka juga mengajari Yong Goo menjawab di persidangan. Bahkan kepala sipir sendiri yang awalnya marah ketika tahu ada anak gadis di penjara, akhirnya mengijinkan anak gadis itu tinggal di sana. Namun ending film ini ayahnya Ye Sung tetap dihukum mati. Sesaat sebelum pengadilan dimulai, ia diancam oleh komisaris polisi, bahwa jika ia tidak mau dihukum, maka Yae Sung akan dibunuh. 
 Maaf ya kalau terlalu singkat, kalau teman-teman penasaran dapat menonton nya melalui link berikut https://www.youtube.com/watch?v=TXFvxjlTkyQ dijamin hati kalian tersentuh.

Menurut saya banyak kelebihan dalam film ini, terutama pesan dalam film ini, yaitu sebagai pembelajaran kepada penonton. Terutama bagaimana perjuangan seorang ayah yang sangat menyayangi anaknya dan rela berkorban untuk anaknya, sebaliknya kasih sayang seorang anak kepada ayahnya, sebagai ungkapan rasa terimakasihnya kepada orang tua yang telah merawatnya. walaupun orang tuanya memiliki keterbelakangan mental tapi anaknya tetap menyayanginya setulus hati.
Menurut saya kekurangan film ini, flashback yang sulit dimengerti apalagi pada bagian hampir diakhir cerita. Tapi akhirnya saya mengerti bagai mana alur ceritanya. Lalu banyaknya kejadian yang dilewat sehingga terlihat seperti tidak logis kejadiannya, misalnya beberapa kali ada adegan Yong Goo terluka tetapi tidak ada adegan penyembuhan, secara tiba-tiba Yong Goo sehat seolah tidak terjadi apa-apa. Dan seharusnya film ini menceritakan dimana ibu kandung Ye Sung agar menambah suasana dramanya.

Bonus:


Hasil gambar untuk resensi film keajaiban di sel 7 korea

Hasil gambar untuk miracle in cell no 7

Hasil gambar untuk miracle in cell no 7

Hasil gambar untuk miracle in cell no 7



Layanan Perpustakaan

Maret 17, 2019 Posted by Ratna No comments



Layanan perpustakaan merupakan salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan suatu perpustakaan. “Layanan perpustakaan adalah menawarkan semua bentuk koleksi yang dimiliki perpustakaan kepada pemakai yang datang ke perpustakaan dan meminta informasi yang dibutuhkan.

Disini aku mau share layanan apa saja yang ada di universitas Udayana, yang berlokasi di belakang rektorat Bukit, Jimbaran, Bali. 
Semoga bermanfaat 

RFID di Perpustakaan

Maret 17, 2019 Posted by Ratna No comments


Hallo teman-teman semua...
Aku mau berbagi ilmu tentang RFID di perpustakaan nih
Semoga bermanfaat :*

Selasa, 19 Februari 2019

Minat Baca

Februari 19, 2019 Posted by Ratna No comments

Pengaruh Mengaktifkan Mata Pelajaran Minat Baca untuk Meningkatkan Gerakan Literasi pada Setiap Sekolah di Bali
Oleh
Ni Luh Putu Ratnawati
Program D3 Perpustakaan FISIP Universitas Udayana

Abstrak:

Tujuan dari pembuatan paper ini adalah untuk mengetahui pengaruh mengaktifkan mata pelajaran minat baca untuk meningkatkan gerakan literasi pada setiap sekolah di bali. Paper ini akan memberikan informasi tentang minat baca dan gerakan literasi sekolah, dengan ketidaktahuan bagaimana pengaruh mengaktifkan mata pelajaran minat baca untuk meningkatkan gerakan literasi pada setiap sekolah di bali, berbagai sumber informasi yang diperoleh karena berhubungan dengan kurangnya wawasan terhadap hal ini. Bagaimanakah pengaruh adanya minat baca di setiap sekolah di zaman modern ini. Dalam hal ini informasi mengenai pengaruh mengaktifkan mata pelajaran minat baca untuk meningkatkan gerakan literasi di setiap sekolah di bali dapat diketahui setelah membaca paper ini sehingga dapat berguna dan bermanfaat untuk menambah wawasan lebih. 

Kata kunci: Minat baca, literasi


Latar Belakang
Perkembangan zaman yang semakin pesat menuntut setiap orang memiliki kegemaran membaca dan menulis, hal ini diperlukan guna memperoleh pengetahuan dan wawasan yang luas untuk meningkatkan kecerdasannya. Kemampuan membaca mempunyai peran dan menjadi salah satu kunci dalam kesuksesan dikehidupan seseorang, karena setiap informasi dan pengetahuan apapun yang diperoleh tidak terlepas dari kegiatan membaca. Tidak berbeda dengan membaca, menulis pun memiliki peran tersendiri bagi kehidupan seseorang. Kemampuan membaca dan menulis memegang peranan  yang sangat penting, karena ketika seseorang mampu untuk membaca dan menulis maka secara tidak langsung seseorang tersebut mampu untuk membaca dan tanpa hal tersebut para siswa akan mengalami kesulitan dalam belajar pada saat itu dan pada saat yang akan datang. 
Membaca sudah menjadi kebutuhan pokok saat ini, karena dengan membaca kita akan mengetahui segala informasi yang kita butuhkan. Upaya meningkatkan minat baca pada anak-anak yang utama dan terutama justru menjadi tanggung jawab orang tua. Alasan utamanya, orang tua adalah yang berhak menanamkan dan mengembangkan berbagai macam cita-cita kepada anak-anaknya. Untuk mencapai cita-cita itu, orang tua berkewajiban untuk menciptakan suasana yang mendukung. Disamping itu guru mempunyai peran sangat penting pula. Membaca dan mencintai buku perlu ditumbuhkan sejak dini. Minat baca akan mempengaruhi bentuk serta intensitas seseorang dalam menentukan cita-citanya kelak di masa yang akan datang.
Di zaman modern seperti sekarang ini, remaja yang membaca tidak  menggunakan buku melainkan melalui media elektronik (Handphone, laptop, dll) . Dengan begitu, para siswa akan semakin jarang dalam hal menyentuh  buku. Bahkan, disaat guru memberikan tugas para siswa lebih memilih untuk mencarinya di internet. Belum banyak siwa yang gemar membaca, minat saja tidak pernah. Menurut data statistik dari Unesco, Indonesia menempati peringkat 60 dari 61 negara. Artinya tingkat literasi Indonesia sangat rendah. Kebanyakan para siswa rajin untuk mengunjungi perpustakaan, namun tidak sedikit dari hanya memainkan Hp (Handphone) mereka. Apabila siswa sudah terbiasa dalam hal membaca, maka kebiasaan akan dilakukan secara terus menerus. Selain itu, kegemaran dalam membaca memberikan dampak yang positif bagi siswa tersebut. Karena minat baca yang tinggi menjadikan minat dalam hal belajar pun menjadi tinggi serta siswa tersebut memiliki wawasan yang luas. Siswa yang  senang membaca akan mempunyai pengetahuan yang luas dari buku yang dibacanya. Sangat disayangkan jika siswa tidak suka membaca atau mempunyai minat membaca yang rendah karena pengetahuannya akan sempit. Minat atau kemauan dalam hal membaca adalah sumber motivasi yang sangat penting dan kuat bagi para siswa untuk menganalisa, mengingat serta mengevaluasi bacaan yang telah dibaca karena membaca sebuah buku memang karena ingin dari hati, yang merupakan pengalaman belajar yang menggembirakan. Hal tersebut merupakan sebuah proses pengembangan diri yang memiliki peran besar dalam hidup seseorang, maka dari itu kemauan ini harus senantiasa diasah, dikembangkan, dan didalami sebab minat membaca tidak diperoleh dari lahir secara cuma-cuma. Jadi, untuk membudidayakan membaca perlu sebuah gerakan untuk meningkatkan literasi sekolah yang ditunjang oleh perpustakaan sekolah. Mengingat pentingnya membaca tersebut bagi perkembangan generasi penerus, maka guru perlu memacu siswanya untuk membaca dengan benar dan slektif. Secanggih apapun metode membaca tidak akan berhasil jika sebagai guru tidak mampu melaksanakannya serta hasilanya pun tidak sesuai dengan harapan. Dari uraian diatas maka penulis akan memaparkan tentang Pengaktifkan Mata Pelajaran Minat Baca untuk Meningkatkan Gerakan Literasi pada Setiap Sekolah di Bali. 


Minat Baca
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdiknas, 2001:744), kata minat memiliki arti kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu, gairah, keinginan. Jadi harus ada sesuatu yang ditimbulkan, baik dari  dalam dirinya maupun dari luar untuk menyukai sesuatu. Hal ini menjadi sebuah landasan penting untuk mencapai keberhasilan sesuatu karena dengan adanya minat, seseorang menjadi termotivasi tertarik untuk  melakukan sesuatu. Minat ditandai dengan rasa suka dan terkait pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Artinya, harus ada kerelaan dari seseorang untuk melakukan sesuatu yang disukai. Dengan demikian, timbulnya minat terjadi karena adanya penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar dirinya. Semakin kuat atau semakin besar hubungan tersebut maka semakin dekat minat seseorang. Adanya minat dalam diri seseorang juga dapat diungkapkan melalui pernyataan yang menunjukkan bahwa seseorang cenderung lebih menyukai sesuatu hal dari pada yang lain. Minat dapat pula diungkapkan dalam suatu aktivitas tertentu. Seseorang yang memiliki minat terhadap sesuatu akan memberikan perhatian lebih besar terhadap benda tersebut. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan minat adalah suatu rasa yang lebih suka atau rasa ketertarikan pada suatu kegiatan yang ditunjukkan dengan keinginan, kecenderungan untuk memperhatikan kegiatan tersebut tanpa ada seorangpun yang menyuruh, dilakukan dengan kesadaran diri sendiri dan diikuti dengan perasaan yang senang. Minat merupakan sumber motivasi seseorang. Sehingga minat itu besar pengaruhnya terhadap kegiatan yang dilakukan seseorang. Bahkan kegiatan yang menarik minat siswa akan dilakukannya dengan senang hati.
Dalam belajar bahasa dikenal ketrampilan berbahasa ada empat macam yaitu ketrampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Membaca sendiri dapat dilihat sebagai suatu proses dan sebagai suatu hasil. Menurut Farida Rahim (2008: 2), membaca pada hakikatnya adalah  suatu hal yang rumit yang melibatkan banyak hal, tidak hanya sekedar  melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik, dan metakognitif. Sedangkan klein (Farida Rahim, 2008: 3), mengemukakan bahwa definisi membaca mencakup: (a) membaca merupakan suatu proses, (b) membaca adalah strategis, dan (c) membaca merupakan interaktif. Dalam hal ini yang dimaksud dengan membaca merupakan suatu proses adalah informasi dari teks pengetahuan yang dimiliki oleh pembaca mempunyai peranan yang utama dalam membentuk makna, membaca adalah strategi yaitu dalam kegiatan membaca kita harus menggunakan berbagai strategi 17yang sesuai dengan teks dan konteks dalam rangka mengkonstruksi maknaketika membaca. Sedangkan membaca adalah interaksi yaitu dalam proses membaca terdapat interaksi antara pembaca dengan teks yang dibacanya.
Minat membaca pada anak tidak muncul begitu saja, tetapi melalui proses yang panjang dan tahapan perubahan yang muncul secara teratur dan berkesinambungan. Seperti halnya telah penulis uraikan diatas bahwa minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu kegiatan atau aktivitas yang ditunjukkan dengan keinginan atau kecenderungan untuk memperhatikan aktivitas tersebut tanpa ada yang menyuruh, dilakukan dengan kesadarannya dan diikuti dengan rasa senang. Menurut Farida Rahim (2008: 28), minat baca adalah keinginan yang kuat disertai usaha-usaha seseorang untuk membaca. Seseorang yang mempunyai minat membaca yang kuat akan diwujudkan dalam kesediaannya untuk mendapat bahan bacaan dan kemudian membacanya atas kesadarannya sendiri.Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa minat membaca adalah suatu rasa lebih suka dan rasa lebih ketertarikanpada kegiatan penafsiran yang bermakna terhadap bahasa tulis (membaca) yang ditunjukkan dengankeinginan, kecenderungan untuk memperhatikan aktivitas tersebut tanpa ada yang menyuruh atau dilakukan dengan kesadarannya, diikuti dengan rasa senang serta adanya usahausaha seseorang untuk membaca tersebut dilakukan karena adanya motivasi dari dalam diri. Seseorang yang mempunyai minat membaca yang kuat akan diwujudkan dalam kesediaannya untuk mendapat bahan bacaan dan kemudian membacanya atas kesadarannya sendiri sehingga diperoleh makna yang tepat menuju pemahaman yang dapat diukur.


 Gerakan Literasi Sekolah
Berdasarkan hasil telaah dari berbagai referensi dan sudut pandang, kita bisa memaknai bahwa literasi adalah seperangkat kemampuan dan keterampilan  individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Literasi secara umum diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis. Sebagaimana ditanyatakan dalam Kamus Oxford berikut : Literacy is ability to read and write. Sementara itu, information is fact to talk, heart and discovered about somebody/something. Artinya fakta tentang seseorang atau sesuatu yang dibicarakan, didengar, dan dikemukakan. Deklarasi praha pada tahun 2003 menyebutkan bahwa literasi juga mencakup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Literasi juga bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya. 
Sedangkan pengertian Literasi Sekolah dalam konteks Gerakan Literasi Sekolah adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara. Gerakan Literasi Sekolah merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan warga sekolah (peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, Komite Sekolah, orang tua/wali murid peserta didik), akademisi, penerbit, media massa, masyarakat (tokoh masyarakat yang dapat mempresentasikan keteladanan, dunia usaha, dll).
Mengaktifkan Mata Pelajaran Minat Baca untuk Meningkatkan Gerakan Literasi Sekolah  Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan masing-masing sekolah yang ada di seluruh Indonesia. Kesiapan yang dimaksud adalah kesiapan mencakup kapasitas sekolah ( ketersediaan fasilitas dan bahan bacaan), kesiapan warga sekolah, dan kesiapan sistem pendukung lainnya (partisipasi publik, pendukung kelembagaan dan perangkat kebijakan yang relevan). Menurut Kementrian pendidikan dan kebudayaan dalam Yusuf A,dkk(2017:281) menjelaskan tentang tahapan pelaksanaan gerakan literasi sekolah yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu sebagai berikut: 1. Tahap Pertama yaitu pembiasaan membaca yang menyenangkan di sekolah. Pembiasaan ini bertujuan menumbuhkan minat terhadap bacaan dan kegiatan 15 menit membaca terhadap siswa di sekolah.penumbuhan minat baca merupakan hal fundamental bagi  pengembangan kemampuan literasi peserta didik.Siswa dapat membaca buku dengan nyaring (read aloud) atau membaca buku dalam hati (sustained silent reading).  2. Tahap kedua yaitu pengembangan minat baca untuk meningkatkan kemampuan literasi Kegiatan literasi pada tahap ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan memahami bacaan dan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi, berfikir kritis, dan mengolah kemampuan komunikasi yang baik dan secara kreatif melalui kegiatan menanggapai bacaan  3. Tahap ketiga yaitu pembelajaran berbasis literasi Kegiatan literasi pada tahap ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan memahami teks dan mengaitkannya dengan dengan pengalaman pribadi, berfikir kritis dan mengelola kemampuan komunikasi secara kreatif. Kegiatan ini dapat dilakukan melalui kegiatan menanggapi buku teks bacaan pengayaan dan buku pelajaran. Dalam tahap ini terdapat sumbangsih terhadap dukungan pelaksanaan kurikulim 2013 yang mensyaratkan peserta didik untuk membaca buku non-pelajaran.  Uraian diatas merupakan tahapan pelaksanaan gerakan literasi sekolah, dimana untuk mensukseskan semua tahapan tersebut sekolah perlu mengaktifkan atau mewujudkan adanya mata pelajaran minat baca satu kali dalam seminggu. Mata pelajaran ini perlu ditambahkan untuk menambah wawasan pasa siswa/i di sekolah. Kegiatan belajar mengajar mata pelajaran ini dilakukan di perpustakaan. Guru yang ada di sekolah akan memberikan arahan siswa nya untuk mengunjungi perpustakaan untuk membaca buku. Setelah para siswa membaca buku, diwajibkan untuk membuat resensi serta menceritakan kembali apa yang sudah dibaca di pertemuan selanjutnya. Hal ini bertujuan agar para siswa tidak sia-sia datang ke perpustakaan. Pihak sekolah akan memberikan reward kepada siswa/i  yang membuat resensi terbaik dan dalam penyampaian kembali cerita yang mereka ceritakan. Reward akan diberikan pada saat pemberian buku laporan pendidikan di akhir semester. Nilai mereka akan ditotalkan dari jumlah buku yang di resensi. Reward ini berupa sertifikat dan buku bacaan yang diberikan oleh pihak sekolah.   Mengaktifkan mata pelajaran minat baca ini juga membantu siswa untuk menambah wawasan mereka. Bagi siswa yang rendah keinginannya untuk membaca mau tidak mau harus menumbuhkan rasa keinginan untuk membaca. Secara tidak langsung ini dapat merubah kebiasaan mereka yang tadinya malas membaca bisa berubah menjadi rajin membaca, apalagi rajin membaca buku pelajaran. Hal ini akan menambah pengetahuan siswa dalam meningkatkan prestasi di sekolah. Pada saat ujian akhir semester sudah selesai akan diselenggarakan perlombaan yang ada kaitannya dengan mata pelajaran minat baca gerakan literasi sekolah. Seperti, perlombaan meresensi buku, membaca puisi, membuat cerpen, hingga lomba mesatwa bali. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menghilangkan kepenatan siswa dalam belajar. Dampak yang dirasakan oleh siswa yaitu memiliki wawasan yang luas dan memiliki kemampuan untuk mengevaluasi berita yang didapat, karena di zaman sekarang tidak sedikit berita yang mengandung unsure kebohongan atau biasa disebut dengan hoax. Selain itu, sertifikat yang diperoleh oleh siswa tersebut dapat dipergunakan untuk mendaftarkan diri ke perguruan tinggi negeri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Jadi manfaat yang didapat begitu banyak dari mengaktifkan minat baca ini.  Kegiatan dalam hal meningkatkan literasi di sekolah memang sangat bermanfaat bagi siswa itu sendiri baik itu di aplikasikan di dalam sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat. Tentunya peran guru maupun orangtua sangat berperan dalam hal membimbing anak-anaknya. 




Kesimpulan 
Minat baca merupakan suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu kegiatan atau aktivitas yang ditunjukkan dengan keinginan atau kecenderungan untuk memperhatikan aktivitas tersebut tanpa ada yang menyuruh, dilakukan dengan kesadarannya dan diikuti dengan rasa senang. Sedangkan gerkan literasi sekolah merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan warga sekolah (peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, Komite Sekolah, orang tua/wali murid peserta didik), akademisi, penerbit, media massa, masyarakat (tokoh masyarakat yang dapat mempresentasikan keteladanan, dunia usaha, dll). Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa manfaat yang dirasakan dalam mengaktifkan mata pelajaran minat baca sangat banyak salah satu contoh nya yaitu memiliki wawasan yang cukup luas.
Remaja di zaman sekarang sangat malas untuk membaca buku, jangankan untuk membaca, menyentuh buku pun sangat jarang. Ini dikarenakan karena kebanyakan dari mereka lebih tertarik membaca lewat handphone. Kebudayaan membaca lewat handphone ini tidak bias dibiarkan terus menerus, maka dari itu perlu untuk mengaktifkan mata pelajaran minat baca si setiap sekolah di Bali. Pemerintah juga membuat suatu program yang dinamakan gerakan literasi, untuk mensukseskan program pemerintah ini sebagai masyarakat kita patut mengikuti pogram ini agar terlaksana dengan baik melalui mengaktifkan mata pelajaran minat baca. Untuk melancarkan program ini perlu dukungan dari orangtua murid serta semangat dari seluruh guru di sekolah. 



Daftar Pustaka
Isipii. 2017-Lebih Lanjut Tentang Literasi Informasi. Diakses pada tanggal 6 Februari 2019 https://isipii.org/kolom-pakar/lebih-lanjut-tentang-literasi-informasi  
Wikipedia-Literasi Informasi. Diakses pada tanggal 6 Februari 2019 https://id.wikipedia.org/wiki/Literasi_informasi   
Aroxx. 2013-Pengertian Minat Baca Menurut Para Ahli. Diakses pada tanggal 6 Februari 2019 http://aroxx.blogspot.com/2013/02/pengertian-minat-baca-menurut-para-ahli.html   
Academia-Makalah Minat Baca Siswa. Diakses pada tanggal 6 Februari 2019 http://www.academia.edu/29063179/MAKALAH_MINAT_BACA_SISWA  
Disdik-Gerakan Literasi Sekolah. Diakses pada tanggal 6 Februari 2019 https://disdik.bandung.go.id/ver3/gerakan-literasi-sekolah/  
Gln- Kilasan Gerakan Literasi Nasional. Diakses pada tanggal 6 Februari 2019 http://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/tentang-gln/  
Zahra, Catatan Anik-Gerakan Literasi Sekolah (GLS) serta Kegiatan dalam Tahapan Literasi Sekolah. Diakses pada tanggal 6 Februari 2019 https://anikzahroh.blogspot.com/2017/11/gerakan-literasisekolah-gls-serta.html Gurudigital.id-Contoh Program Gerakan Literasi di Sekolah. Diakses pada tanggal 6 Februari 2019 https://gurudigital.id/contoh-program-gerakan-literasi-di-sekolah/  
Student-Pentingnya Meningkatkan Minat Baca di Antara Kita. Diakses pada tanggal 6 Februari 2019 https://student.cnnindonesia.com/edukasi/20180212120527-445-275550/pentingnyameningkatkan-minat-baca-di-antara-kita  
Bpkp-Meningkatkan Minat Baca. Diakses pada tanggal 6 Februari 2019 http://www.bpkp.go.id/pustakabpkp/index.php?p=tingkat%20minat%20baca  


Kamis, 17 Mei 2018

8 area bibliografis

Mei 17, 2018 Posted by Ratna No comments
Education is not learning of facts, but the training of the mind to think. - Albert Einstein Semoga bermanfaat teman-teman :)

Rabu, 02 Mei 2018

Minggu, 15 April 2018

ANALISIS SUBYEK

April 15, 2018 Posted by Ratna No comments

TUGAS KLASIFIKASI SEDERHANA dan PRAKTEK
ANALISIS SUBYEK

Oleh
Ni Luh Putu Ratnawati
1712312003
Program D3 Perpustakaan FISIP Universitas Udayana

Abstrak:

            Tujuan dari pembuatan tugas ini yaitu untuk melatih kita dalam menganalisis subyek dari suatu bahan pustaka.
            Dalam tugas ini akan membahas tentang analasis subyek. Disamping itu juga membahas pengertian subyek itu sendiri dan pengertian analisis subyek. Menganalisis subyek bukan lah hal yang mudah. Hal ini memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi. Tugas ini akan memberikan informasi mengenai cara bagaimana menganalisis subyek suatu bahan pustaka dari berbagai sumber informasi yang diperoleh karena kurangnya wawasan terhadap hal ini. Selain menjelaskan mengenai bagaimana menganalisis subyek, penulis juga akan menganalisis suatu bahan pustaka. Informasi mengenai analisis subyek dapat diketahui setelah membaca tulisan ini sehingga dapat berguna dan bermanfaat bagi para pengguna untuk menambah wawasan lebih dalam tentang analisis subyek.

Kata Kunci : Analisis Subyek

Latar Belakang
            Perpustakaan merupakan ladang dari segala informasi, sehingga tidaklah disangkal kalau Perpustakaan merupakan sebuah unit penyedia informasi yang berorientasi kepada kebutuhan Pemustaka. Sehingga perpustakaan memiliki peranan fital di dalam penyampaian informasi di Perguruan Tinggi. Didalam pengelolaan perpustakaan terdapat dua kegiatan yang mempengaruhi dalam penyampaian informasi bagi pemustaka atau yang biasa disebut dengan istilah  “Temu Kembali Informasi”, dua kegiatan tersebut adalah pengideksan serta pengkatalogan.
Salah satu kegiatan pokok di perpustakaan adalah pengolahan koleksi (processing). Kegiatan processing ini mulai dari inventarisasi, klasifikasi, katalogisasi, sampai proses pelabelan buku dan   (menyusun buku di rak). Dalam kegiatan klasifikasi dan katalogisasi tidak akan bisa lepas dari proses analisis subjek/penentuan tajuk subjek. Analisis subjek ini merupakan kegiatan menelaah, meneliti atau mengkaji suatu bahan pustaka/informasi untuk dikelompokan ke dalam subjek atau disiplin ilmu tertentu.  Untuk menentukan subjek sebuah buku, kita bisa melihat dan membaca dari halaman judul buku, daftar isi, pendahuluan, rambang halaman-halaman pertama kemudian, baca sedikit. Penentuan subjek sebuah koleksi bahan pustaka/informasi sangat penting terutama untuk proses penelusuran informasi. Semakin detail atau spesifik dalam menentukan subjek sebuah bahan pustaka akan mempermudah pemustaka dalam menemukan informasinya. Dari penejelasan diatas, maka penulis akan membahas analisis subyek. Tulisan ini akan mengkhusus membahas pengertian analisis subyek, cara menetukan subyek, serta menganalisis beberapa buku. 

Pembahasan
Subyek adalah topik yang merupakan kandungan informasi (content) dalam buku, pita video, dan bentuk rekaman lainnya yang terdapat pada koleksi perpustakaan. Sedangkan tajuk subjek adalah kata, dimana kata yang digunakan dalam katalog perpustakaan untuk meringkas kandungan informasi tersebut. Sebelum melakukan proses kegiatan klasifikasi, terlebih dahulu kita akan melakukan analisis subyek Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat penting dan memerlukan kemampuan intelektual. Karena dikegiatan ini ditentukan subyek nya apa, dan akan diletakkan dimana suatu dokumen atau bahan pustaka tersebut nantinya. Oleh karena itu, analisis subyek ini harus dikerjakan secara cermat dan konsisten. Dalam menentukan isi bahan pustaka, pustakawan harus mengetahui tentang apa dokumen atau bahan pustaka tersebut. Setidaknya pustakawan harus mengetahui hal tersebut secara umum. Hal yang perlu dimiliki oleh pustakawan dalah pengetahuan mengenai sifat, struktur, dn hubungan yang terdapat di antara bidang-bidang pengetahuan satu dengan yang lainnya.  Analisis subjek ini merupakan kegiatan menelaah, meneliti atau mengkaji suatu bahan pustaka/informasi untuk dikelompokan ke dalam subjek atau disiplin ilmu tertentu.
Ada tiga hal yang mendasar perlu dikenali pengindeks dalam menganalisis subyek yakni jenis konsep dan jenis subyek. Dengan mengenali ketiga hal tersebut akan membantu dalam menetapkan pada atau dalam subyek apa suatu dokumen ditempatkan. Berikut akan dibahas ketiga hal tersebut secara ringkas. Dalam mengklasifikasi bahan perpustakaan, tahap awal yang harus dilakukan adalah melakukan analisis subjek, yaitu mengakaji untuk mengetahui mengenai apa, atau tentang apa bahan perpustakaan tersebut. Kegiatan analisis subjek ini merupakan hal yang sangat prinsip dan memerlukan kemampuan intelektual serta pengalaman, karena di tahap inilah ditentukan pada subjek apa suatu bahan perpustakaan ditentukan sekaligus untuk menentukan penempatannya. Ada dua hal yang perlu dikenali atau dipahami tentang suatu bahan pustaka, yaitu tentang konsep dan jenis subjek.  Terdapat 3 (tiga) macam konsep, yaitu:
1.     Disiplin ilmu, adalah istilah yang digunakan untuk satu bidang pengetahuan yang meliputi subjek bahan pustaka. Dalam analisis subjek yang ditentukan pertama adalah disiplin ilmu atau bidang pengetahuan yang dicakup oleh bahan pustaka yang dianalisis subjeknya. Disiplin ilmu terdiri atas: disiplin fundamental dan sub-disiplin. Disiplin fundamental meliputi bagian-bagian utama ilmu pengetahuan. Sedangkan Sub-disiplin adalah bidang spesialisasi dalam satu disiplin. Sebagai contoh: dalam disiplin fundamentasi ilmu-ilmu alam, sedangkan sub-disiplin yang merupakan spesialisasi atau cabangnya, misalnya: fisika, kimia dan biologi.
2.     Fenomena, adalah benda atau wujud yang menjadi objek kajian dari satu disiplin ilmu. Contoh: Buku yang berjudul Psikologi remaja, psikologi merupakan konsep disiplin ilmu, sedangkan remaja adalah fenomena yang menjadi objek atau sasarannya. Kulle menyatakan bahwa, objek atau sasaran yang merupakan fenomena dibedakan mejadi dua kategori, yaitu: (1) objek konkret, dan (2) objek abstrak. Fenomena merupakan perwujudan faset (faset) disiplin terkait. Karena itu terhadap fenomena perlu diadakan analisis faset. Ranganathan dalam Kulle menyatakan bahwa, ada 5 (lima) faset mendasar yang dikenal dengan istilah PMEST, yaitu: P = Personality (wujud, meliputi jenis, produk, atau tujuan), M = Matter (bahan atau material), E = Energy (kegiatan atau masalah), S = Space (tempat geografis), T = Time (waktu). Sebagai contoh: Konstruksi jalan raya beton Indonesia tahun 90an, dengan penjelasan sebagai berikut: jalan raya (personality), beton (matter), konstruksi (energy), Indonesia (space), tahun 90an (time).
3.     Bentuk, ialah cara bagaimana suatu subyek dIsajikan. Dibedakan menjadi 3 jenis:
1)   Bentuk Fisik, yakni medium atau sarana yang digunakan dalam menyajikan suatu subyek. Misalnya dalam bentuk buku, majalah, pita rekaman, CD dsb.
2)   Bentuk Penyajian, yang menunjukkan pengaturan atau organisasi isi bahan pustaka. Ada tiga bentuk penyajian, yaitu: (1) Menggunakan lambang-lambang dalam penyajiannya seperti bahasa, gambar, dll. ; (2) Memperhatikan tata susunan tertentu misalnya abjad, kronologis, sistematis, dsb. ; (3) Menyajikannya untuk kelompok tertentu, misalnya bahasa Inggris untuk pemula, Psikologi untuk ibu rumah tangga.
3)   Bentuk intelektual, yaitu aspek yang ditekankan dalam pembahasan suatu subyek. Misalnya “Filsafat Sejarah” disini yang menjadi subyeknya adalah sejarah sedangkan filsafat adalah bentuk intelektual.
Cara Menganalisis Subyek
Langkah-langkah praktis dalam menganalisis subyek yaitu sebagai berikut:
1.     Melalui Judul
Seringkali dengan melihat dan mempelajari serta memahami judul buku yang dibaca sudah dapat ditentukan subyeknya.
2.     Melalui Daftar Isi
Apabila melalui judul belum dapat menentukan subyeknya, dapat di analisis melalui daftar isi. Biasanya di daftar isi akan ada keterangan apa saja yang akan dibahas.
3.     Melalui daftar bahan pustaka atau bibliografi yang digunakan oleh pengarang untuk menyusus karya tersebut.
4.     Melalui kata pengantar dan pendahuluan
Biasanya pengarang akan menyebutkan inti atau topik apa yang akan dibahas dan ruang lingkupnya
5.     Melalui Isi buku tersebut
Apabila dengan langkah-langkah diatas belum bisa menentukan subyek dari suatu bahan pustaka maka hendaklah dengan membaca sebagian atau keseluruhan dari isi karya tersebuut
6.     Menggunakan sumber lain, seperti: Bibliografi, katalog, kamus, dan sebagainya
7.     Menanyakan kepada orang yang ahli di bidang subyek tersebut (subject specialist)


Berikut ini ada 20 buku yang di analisis, yaitu sebagai berikut:

1.     Judul Buku        : Pengetahuan Dasar Dalam Perencanaan Gedung Perpustakaan
Disiplin Ilmu      : Ilmu Perpustakaan
Fenomena         : Perencanaan Gedung Perpustakaan
Bentuk              : Buku
Subyek             : Gedung Perpustakaan
No Kelas Buku  : 022

2.     Judul Buku        : Pengantar Ilmu Hukum
Disiplin Ilmu      : Ilmu Hukum
Fenomena         : Hukum
Bentuk              : Buku
Subyek             : Hukum
No kelas Buku   : 340

3.     Judul Buku        : Psikologi Umum
Disiplin Ilmu      : Ilmu Psikologi
Fenomena         : Jiwa dan Perilaku pada Manusia
Bentuk              : Buku
Subyek             : Psikologi
No Kelas Buku  : 150

4.     Judul Buku        : Fisika Untuk Universitas 3 Optika: Fisika Modern
Disiplin Ilmu      : Ilmu Fisika
Fenomena         : Fisika Modern
Bentuk              : Buku
Subyek             : Fisika
No Kelas Buku  : 539

5.     Judul Buku        : Aspek-aspek Arkeologi Indonesia
Disiplin Ilmu      : Ilmu Sejarah
Fenomena         : Benda-benda Sejarah
Bentuk              : Buku
Subyek             : Arkeologi
No Kelas Buku  : 930.1

6.     Judul Buku        : Arsitektur Tradisional Bali di Ranah Publik
Disiplin Ilmu      : Ilmu Arsitektur
Fenomena         : Arsitektur Bangunan Bali
Bentuk              : Buku
Subyek             : Arsitektur Tradisional
No Kelas Buku  : 728.3

7.     Judul Buku        : Dasar Teknik Elektro
Disiplin Ilmu      : Ilmu Teknik
Fenomena         : Teknik Elektro
Bentuk              : Buku
Subyek             : Teknik Elektro
No Kelas Buku  : 621.381

8.     Judul Buku        : Ajaran Moral Dalam Bhagawad Gita
Disiplin Ilmu      : Ilmu Agama
Fenomena         : Kitab Suci Ajaran Agama
Bentuk              : Buku
Subyek             : Agama
No Kelas Buku  : 294.59

9.     Judul Buku        : Langsung Bisa Berbahasa Inggris: Inggris-Indonesia
Disiplin Ilmu      : Ilmu Bahasa
Fenomena         : Bahasa Inggris
Bentuk              : Buku
Subyek             : Bahasa Inggris
No Kelas Buku  : 423

10.  Judul Buku        : Beberapa Aspek Tentang Sastra
Disiplin Ilmu      : Ilmu Sastra
Fenomena         : Aspek Karya Sastra
Bentuk              : Buku
Subyek             : Sastra
No Kelas Buku  : 800

11.  Judul Buku        : Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan
Disiplin Ilmu      : Ilmu Kebidanan
Fenomena         : Kehamilan
Bentuk              :  Buku
Subyek             : Kehamilan
No Kelas Buku  : 612.6

12.  Judul Buku        : Manajemen Penelitian
Disiplin Ilmu      : Ilmu Manajemen
Fenomena         : Manajemen, Penelitian
Bentuk              : Buku
Subyek             : Manajemen
No Kelas Buku  : 001.42

13.  Judul Buku        : Kejahatan Terhadap Tubuh dan Nyawa
Disiplin Ilmu      : Kriminologi
Fenomena         : Kejahatan
Bentuk              : Buku
Subyek             : Kejahatan
No Kelas Buku  : 364.1

14.  Judul Buku        : Ilmu Dasar Keperawatan
Disiplin Ilmu      : Ilmu Keperawatan
Fenomena         : Keperawatan
Bentuk              : Buku
Subyek             : Keperawatan
No Kelas Buku  : 610.734

15.  Judul Buku        : Kebudayaan Spiritualitas
Disiplin Ilmu      : Ilmu Agama
Fenomena         : Spiritualitas
Bentuk              : Buku
Subyek             : Kebudayaan, Spiritualitas
No Kelas Buku  : 294.5

16.  Judul Buku        : Sosiologi untuk Kesehatan
Disiplin Ilmu      : Sosiologi
Fenomena         : Kesehatan
Bentuk              : Buku
Subyek             : Sosiologi, Sosiologi untuk Kesehatan
No Kelas Buku  : 370.19

17.  Judul Buku        : Memahami Genetika dengan Mudah
Disiplin Ilmu      : Biokimia
Fenomena         : Genetika
Bentuk              : Buku
Subyek             : Genetika
No Kelas Buku  : 572.8

18.  Judul Buku        : Buku Ajar Kehamilan
Disiplin Ilmu      : Ilmu Kandungan
Fenomena         : Kehamilan
Bentuk              : Buku
Subyek             : Kehamilan
No Kelas Buku  : 618.2

19.  Judul Buku        : Mutu Pelayanan Kebidanan
Disiplin Ilmu      : Ilmu Kebidanan
Fenomena         : Pelayanan
Bentuk              : Buku
Subyek             : Kebidanan
No Kelas           : 618.2

20.  Judul Buku        : Organisasi Pelayanan Kesehatan Dalam Kebidanan
Disiplin Ilmu      : Ilmu Kebidanan
Fenomena         : Pelayanan Kesehatan
Bentuk              : Buku
Subyek             : Kebidanan, Pelayanan Kesehatan
No Kelas Buku  : 618.2

Kesimpulan
            Dari pembahasan di atas, penulis dapat menyimpulkan analisis subyek adalah kegiatan menelaah, meneliti atau mengkaji suatu bahan pustaka/informasi untuk dikelompokan ke dalam subjek atau disiplin ilmu tertentu. Dalam kegiatan menganalisis subyek ini memerlukan kemampuan yang intelektual serta harus dikerjakan dengan cermat dan konsisten. Sebagai pustakawan kita harus mampu mengetahui hal secara umum agar mampu menentukan subyek. Dalam analisis subyek dapat dilakukan dengan mengamati judul, jika masih tidak dapat menemukan subyek bisa melihat daftar isi, daftar pustaka, kata pengantar atau pendahuluan, melalui isi buku, melalui sumber lain seperti bibliografi, dan jika masih tidak dapat menentukan subyek nya maka cara yang terakhir yaitu dengan cara menanyakan kepada orang yang ahli dalam bidang subyek.
           

Daftar pustaka

Hamakonda, T. P., & Tairas, J. (1992). Pengantar Klasifikasi Persepuluh Dewey. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Hasby. (2010, Juni 02). Alat Bantu Penelusuran Informasi Untuk Mempercepat Temu Kembali Informasi. Retrieved April 12, 2018, from http://duniaperpustakaan.com/2010/02/06/alat-bantu-penelusuran-informasi-untuk-mempercepat-temu-kembali-informasi-pengantar-analisis-subyek/