Pengaruh Mengaktifkan
Mata Pelajaran Minat Baca untuk Meningkatkan Gerakan Literasi pada Setiap
Sekolah di Bali
Oleh
Ni Luh Putu Ratnawati
Program D3 Perpustakaan
FISIP Universitas Udayana
Abstrak:
Tujuan dari pembuatan
paper ini adalah untuk mengetahui pengaruh mengaktifkan mata pelajaran minat
baca untuk meningkatkan gerakan literasi pada setiap sekolah di bali. Paper ini
akan memberikan informasi tentang minat baca dan gerakan literasi sekolah, dengan
ketidaktahuan bagaimana pengaruh mengaktifkan mata pelajaran minat baca untuk
meningkatkan gerakan literasi pada setiap sekolah di bali, berbagai sumber
informasi yang diperoleh karena berhubungan dengan kurangnya wawasan terhadap
hal ini. Bagaimanakah pengaruh adanya minat baca di setiap sekolah di zaman
modern ini. Dalam hal ini informasi mengenai pengaruh mengaktifkan mata
pelajaran minat baca untuk meningkatkan gerakan literasi di setiap sekolah di
bali dapat diketahui setelah membaca paper ini sehingga dapat berguna dan
bermanfaat untuk menambah wawasan lebih.
Kata kunci: Minat baca, literasi
Latar Belakang
Perkembangan zaman yang
semakin pesat menuntut setiap orang memiliki kegemaran membaca dan menulis, hal
ini diperlukan guna memperoleh pengetahuan dan wawasan yang luas untuk
meningkatkan kecerdasannya. Kemampuan membaca mempunyai peran dan menjadi salah
satu kunci dalam kesuksesan dikehidupan seseorang, karena setiap informasi dan
pengetahuan apapun yang diperoleh tidak terlepas dari kegiatan membaca. Tidak
berbeda dengan membaca, menulis pun memiliki peran tersendiri bagi kehidupan
seseorang. Kemampuan membaca dan menulis memegang peranan yang sangat penting, karena ketika seseorang
mampu untuk membaca dan menulis maka secara tidak langsung seseorang tersebut
mampu untuk membaca dan tanpa hal tersebut para siswa akan mengalami kesulitan
dalam belajar pada saat itu dan pada saat yang akan datang.
Membaca sudah menjadi
kebutuhan pokok saat ini, karena dengan membaca kita akan mengetahui segala
informasi yang kita butuhkan. Upaya meningkatkan minat baca pada anak-anak yang
utama dan terutama justru menjadi tanggung jawab orang tua. Alasan utamanya,
orang tua adalah yang berhak menanamkan dan mengembangkan berbagai macam
cita-cita kepada anak-anaknya. Untuk mencapai cita-cita itu, orang tua
berkewajiban untuk menciptakan suasana yang mendukung. Disamping itu guru
mempunyai peran sangat penting pula. Membaca dan mencintai buku perlu
ditumbuhkan sejak dini. Minat baca akan mempengaruhi bentuk serta intensitas
seseorang dalam menentukan cita-citanya kelak di masa yang akan datang.
Di zaman modern seperti
sekarang ini, remaja yang membaca tidak
menggunakan buku melainkan melalui media elektronik (Handphone, laptop,
dll) . Dengan begitu, para siswa akan semakin jarang dalam hal menyentuh buku. Bahkan, disaat guru memberikan tugas
para siswa lebih memilih untuk mencarinya di internet. Belum banyak siwa yang
gemar membaca, minat saja tidak pernah. Menurut data statistik dari Unesco,
Indonesia menempati peringkat 60 dari 61 negara. Artinya tingkat literasi
Indonesia sangat rendah. Kebanyakan para siswa rajin untuk mengunjungi
perpustakaan, namun tidak sedikit dari hanya memainkan Hp (Handphone) mereka.
Apabila siswa sudah terbiasa dalam hal membaca, maka kebiasaan akan dilakukan
secara terus menerus. Selain itu, kegemaran dalam membaca memberikan dampak
yang positif bagi siswa tersebut. Karena minat baca yang tinggi menjadikan
minat dalam hal belajar pun menjadi tinggi serta siswa tersebut memiliki
wawasan yang luas. Siswa yang senang
membaca akan mempunyai pengetahuan yang luas dari buku yang dibacanya. Sangat
disayangkan jika siswa tidak suka membaca atau mempunyai minat membaca yang
rendah karena pengetahuannya akan sempit. Minat atau kemauan dalam hal membaca
adalah sumber motivasi yang sangat penting dan kuat bagi para siswa untuk
menganalisa, mengingat serta mengevaluasi bacaan yang telah dibaca karena
membaca sebuah buku memang karena ingin dari hati, yang merupakan pengalaman
belajar yang menggembirakan. Hal tersebut merupakan sebuah proses pengembangan
diri yang memiliki peran besar dalam hidup seseorang, maka dari itu kemauan ini
harus senantiasa diasah, dikembangkan, dan didalami sebab minat membaca tidak
diperoleh dari lahir secara cuma-cuma. Jadi, untuk membudidayakan membaca perlu
sebuah gerakan untuk meningkatkan literasi sekolah yang ditunjang oleh
perpustakaan sekolah. Mengingat pentingnya membaca tersebut bagi perkembangan
generasi penerus, maka guru perlu memacu siswanya untuk membaca dengan benar
dan slektif. Secanggih apapun metode membaca tidak akan berhasil jika sebagai
guru tidak mampu melaksanakannya serta hasilanya pun tidak sesuai dengan
harapan. Dari uraian diatas maka penulis akan memaparkan tentang Pengaktifkan
Mata Pelajaran Minat Baca untuk Meningkatkan Gerakan Literasi pada Setiap
Sekolah di Bali.
Minat Baca
Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia (Depdiknas, 2001:744), kata minat memiliki arti kecenderungan
hati yang tinggi terhadap sesuatu, gairah, keinginan. Jadi harus ada sesuatu
yang ditimbulkan, baik dari dalam
dirinya maupun dari luar untuk menyukai sesuatu. Hal ini menjadi sebuah
landasan penting untuk mencapai keberhasilan sesuatu karena dengan adanya
minat, seseorang menjadi termotivasi tertarik untuk melakukan sesuatu. Minat ditandai dengan rasa
suka dan terkait pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh.
Artinya, harus ada kerelaan dari seseorang untuk melakukan sesuatu yang
disukai. Dengan demikian, timbulnya minat terjadi karena adanya penerimaan akan
suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar dirinya. Semakin kuat
atau semakin besar hubungan tersebut maka semakin dekat minat seseorang. Adanya
minat dalam diri seseorang juga dapat diungkapkan melalui pernyataan yang
menunjukkan bahwa seseorang cenderung lebih menyukai sesuatu hal dari pada yang
lain. Minat dapat pula diungkapkan dalam suatu aktivitas tertentu. Seseorang
yang memiliki minat terhadap sesuatu akan memberikan perhatian lebih besar
terhadap benda tersebut. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud
dengan minat adalah suatu rasa yang lebih suka atau rasa ketertarikan pada
suatu kegiatan yang ditunjukkan dengan keinginan, kecenderungan untuk
memperhatikan kegiatan tersebut tanpa ada seorangpun yang menyuruh, dilakukan
dengan kesadaran diri sendiri dan diikuti dengan perasaan yang senang. Minat
merupakan sumber motivasi seseorang. Sehingga minat itu besar pengaruhnya
terhadap kegiatan yang dilakukan seseorang. Bahkan kegiatan yang menarik minat
siswa akan dilakukannya dengan senang hati.
Dalam belajar bahasa
dikenal ketrampilan berbahasa ada empat macam yaitu ketrampilan menyimak,
berbicara, membaca dan menulis. Membaca sendiri dapat dilihat sebagai suatu
proses dan sebagai suatu hasil. Menurut Farida Rahim (2008: 2), membaca pada
hakikatnya adalah suatu hal yang rumit
yang melibatkan banyak hal, tidak hanya sekedar
melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik,
dan metakognitif. Sedangkan klein (Farida Rahim, 2008: 3), mengemukakan bahwa
definisi membaca mencakup: (a) membaca merupakan suatu proses, (b) membaca
adalah strategis, dan (c) membaca merupakan interaktif. Dalam hal ini yang
dimaksud dengan membaca merupakan suatu proses adalah informasi dari teks
pengetahuan yang dimiliki oleh pembaca mempunyai peranan yang utama dalam
membentuk makna, membaca adalah strategi yaitu dalam kegiatan membaca kita
harus menggunakan berbagai strategi 17yang sesuai dengan teks dan konteks dalam
rangka mengkonstruksi maknaketika membaca. Sedangkan membaca adalah interaksi
yaitu dalam proses membaca terdapat interaksi antara pembaca dengan teks yang
dibacanya.
Minat membaca pada anak
tidak muncul begitu saja, tetapi melalui proses yang panjang dan tahapan
perubahan yang muncul secara teratur dan berkesinambungan. Seperti halnya telah
penulis uraikan diatas bahwa minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa
ketertarikan pada suatu kegiatan atau aktivitas yang ditunjukkan dengan
keinginan atau kecenderungan untuk memperhatikan aktivitas tersebut tanpa ada
yang menyuruh, dilakukan dengan kesadarannya dan diikuti dengan rasa senang.
Menurut Farida Rahim (2008: 28), minat baca adalah keinginan yang kuat disertai
usaha-usaha seseorang untuk membaca. Seseorang yang mempunyai minat membaca
yang kuat akan diwujudkan dalam kesediaannya untuk mendapat bahan bacaan dan
kemudian membacanya atas kesadarannya sendiri.Dari pengertian diatas dapat
disimpulkan bahwa minat membaca adalah suatu rasa lebih suka dan rasa lebih
ketertarikanpada kegiatan penafsiran yang bermakna terhadap bahasa tulis
(membaca) yang ditunjukkan dengankeinginan, kecenderungan untuk memperhatikan
aktivitas tersebut tanpa ada yang menyuruh atau dilakukan dengan kesadarannya,
diikuti dengan rasa senang serta adanya usahausaha seseorang untuk membaca
tersebut dilakukan karena adanya motivasi dari dalam diri. Seseorang yang
mempunyai minat membaca yang kuat akan diwujudkan dalam kesediaannya untuk
mendapat bahan bacaan dan kemudian membacanya atas kesadarannya sendiri
sehingga diperoleh makna yang tepat menuju pemahaman yang dapat diukur.
Gerakan
Literasi Sekolah
Berdasarkan hasil
telaah dari berbagai referensi dan sudut pandang, kita bisa memaknai bahwa
literasi adalah seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara,
menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang
diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Literasi secara umum diartikan sebagai
kemampuan membaca dan menulis. Sebagaimana ditanyatakan dalam Kamus Oxford
berikut : Literacy is ability to read and write. Sementara itu, information is
fact to talk, heart and discovered about somebody/something. Artinya fakta
tentang seseorang atau sesuatu yang dibicarakan, didengar, dan dikemukakan.
Deklarasi praha pada tahun 2003 menyebutkan bahwa literasi juga mencakup
bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Literasi juga bermakna
praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan
budaya.
Sedangkan pengertian
Literasi Sekolah dalam konteks Gerakan Literasi Sekolah adalah kemampuan
mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai
aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara.
Gerakan Literasi Sekolah merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bersifat
partisipatif dengan melibatkan warga sekolah (peserta didik, guru, kepala
sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, Komite Sekolah, orang tua/wali
murid peserta didik), akademisi, penerbit, media massa, masyarakat (tokoh
masyarakat yang dapat mempresentasikan keteladanan, dunia usaha, dll).
Mengaktifkan Mata
Pelajaran Minat Baca untuk Meningkatkan Gerakan Literasi Sekolah Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah
(dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan masing-masing
sekolah yang ada di seluruh Indonesia. Kesiapan yang dimaksud adalah kesiapan
mencakup kapasitas sekolah ( ketersediaan fasilitas dan bahan bacaan), kesiapan
warga sekolah, dan kesiapan sistem pendukung lainnya (partisipasi publik,
pendukung kelembagaan dan perangkat kebijakan yang relevan). Menurut Kementrian
pendidikan dan kebudayaan dalam Yusuf A,dkk(2017:281) menjelaskan tentang
tahapan pelaksanaan gerakan literasi sekolah yang terdiri dari beberapa tahapan
yaitu sebagai berikut: 1. Tahap Pertama yaitu pembiasaan membaca yang
menyenangkan di sekolah. Pembiasaan ini bertujuan menumbuhkan minat terhadap
bacaan dan kegiatan 15 menit membaca terhadap siswa di sekolah.penumbuhan minat
baca merupakan hal fundamental bagi pengembangan kemampuan literasi peserta
didik.Siswa dapat membaca buku dengan nyaring (read aloud) atau membaca buku
dalam hati (sustained silent reading).
2. Tahap kedua yaitu pengembangan minat baca untuk meningkatkan
kemampuan literasi Kegiatan literasi pada tahap ini bertujuan untuk
mengembangkan kemampuan memahami bacaan dan mengaitkannya dengan pengalaman
pribadi, berfikir kritis, dan mengolah kemampuan komunikasi yang baik dan
secara kreatif melalui kegiatan menanggapai bacaan 3. Tahap ketiga yaitu pembelajaran berbasis
literasi Kegiatan literasi pada tahap ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan
memahami teks dan mengaitkannya dengan dengan pengalaman pribadi, berfikir
kritis dan mengelola kemampuan komunikasi secara kreatif. Kegiatan ini dapat
dilakukan melalui kegiatan menanggapi buku teks bacaan pengayaan dan buku
pelajaran. Dalam tahap ini terdapat sumbangsih terhadap dukungan pelaksanaan
kurikulim 2013 yang mensyaratkan peserta didik untuk membaca buku
non-pelajaran. Uraian diatas merupakan
tahapan pelaksanaan gerakan literasi sekolah, dimana untuk mensukseskan semua
tahapan tersebut sekolah perlu mengaktifkan atau mewujudkan adanya mata
pelajaran minat baca satu kali dalam seminggu. Mata pelajaran ini perlu
ditambahkan untuk menambah wawasan pasa siswa/i di sekolah. Kegiatan belajar
mengajar mata pelajaran ini dilakukan di perpustakaan. Guru yang ada di sekolah
akan memberikan arahan siswa nya untuk mengunjungi perpustakaan untuk membaca
buku. Setelah para siswa membaca buku, diwajibkan untuk membuat resensi serta
menceritakan kembali apa yang sudah dibaca di pertemuan selanjutnya. Hal ini
bertujuan agar para siswa tidak sia-sia datang ke perpustakaan. Pihak sekolah
akan memberikan reward kepada siswa/i
yang membuat resensi terbaik dan dalam penyampaian kembali cerita yang
mereka ceritakan. Reward akan diberikan pada saat pemberian buku laporan
pendidikan di akhir semester. Nilai mereka akan ditotalkan dari jumlah buku
yang di resensi. Reward ini berupa sertifikat dan buku bacaan yang diberikan
oleh pihak sekolah. Mengaktifkan mata
pelajaran minat baca ini juga membantu siswa untuk menambah wawasan mereka.
Bagi siswa yang rendah keinginannya untuk membaca mau tidak mau harus
menumbuhkan rasa keinginan untuk membaca. Secara tidak langsung ini dapat
merubah kebiasaan mereka yang tadinya malas membaca bisa berubah menjadi rajin
membaca, apalagi rajin membaca buku pelajaran. Hal ini akan menambah
pengetahuan siswa dalam meningkatkan prestasi di sekolah. Pada saat ujian akhir
semester sudah selesai akan diselenggarakan perlombaan yang ada kaitannya
dengan mata pelajaran minat baca gerakan literasi sekolah. Seperti, perlombaan
meresensi buku, membaca puisi, membuat cerpen, hingga lomba mesatwa bali.
Kegiatan ini diselenggarakan untuk menghilangkan kepenatan siswa dalam belajar.
Dampak yang dirasakan oleh siswa yaitu memiliki wawasan yang luas dan memiliki
kemampuan untuk mengevaluasi berita yang didapat, karena di zaman sekarang
tidak sedikit berita yang mengandung unsure kebohongan atau biasa disebut
dengan hoax. Selain itu, sertifikat yang diperoleh oleh siswa tersebut dapat
dipergunakan untuk mendaftarkan diri ke perguruan tinggi negeri untuk
melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Jadi manfaat yang didapat
begitu banyak dari mengaktifkan minat baca ini.
Kegiatan dalam hal meningkatkan literasi di sekolah memang sangat
bermanfaat bagi siswa itu sendiri baik itu di aplikasikan di dalam sekolah, di
rumah, maupun di lingkungan masyarakat. Tentunya peran guru maupun orangtua
sangat berperan dalam hal membimbing anak-anaknya.
Kesimpulan
Minat baca merupakan
suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu kegiatan atau aktivitas
yang ditunjukkan dengan keinginan atau kecenderungan untuk memperhatikan
aktivitas tersebut tanpa ada yang menyuruh, dilakukan dengan kesadarannya dan
diikuti dengan rasa senang. Sedangkan gerkan literasi sekolah merupakan suatu
usaha atau kegiatan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan warga sekolah
(peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah,
Komite Sekolah, orang tua/wali murid peserta didik), akademisi, penerbit, media
massa, masyarakat (tokoh masyarakat yang dapat mempresentasikan keteladanan,
dunia usaha, dll). Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa manfaat yang
dirasakan dalam mengaktifkan mata pelajaran minat baca sangat banyak salah satu
contoh nya yaitu memiliki wawasan yang cukup luas.
Remaja di zaman
sekarang sangat malas untuk membaca buku, jangankan untuk membaca, menyentuh
buku pun sangat jarang. Ini dikarenakan karena kebanyakan dari mereka lebih
tertarik membaca lewat handphone. Kebudayaan membaca lewat handphone ini tidak
bias dibiarkan terus menerus, maka dari itu perlu untuk mengaktifkan mata
pelajaran minat baca si setiap sekolah di Bali. Pemerintah juga membuat suatu
program yang dinamakan gerakan literasi, untuk mensukseskan program pemerintah
ini sebagai masyarakat kita patut mengikuti pogram ini agar terlaksana dengan
baik melalui mengaktifkan mata pelajaran minat baca. Untuk melancarkan program
ini perlu dukungan dari orangtua murid serta semangat dari seluruh guru di
sekolah.
Daftar Pustaka
Isipii.
2017-Lebih Lanjut Tentang Literasi Informasi. Diakses pada tanggal 6 Februari
2019 https://isipii.org/kolom-pakar/lebih-lanjut-tentang-literasi-informasi
Wikipedia-Literasi
Informasi. Diakses pada tanggal 6 Februari 2019 https://id.wikipedia.org/wiki/Literasi_informasi
Aroxx.
2013-Pengertian Minat Baca Menurut Para Ahli. Diakses pada tanggal 6 Februari
2019 http://aroxx.blogspot.com/2013/02/pengertian-minat-baca-menurut-para-ahli.html
Academia-Makalah
Minat Baca Siswa. Diakses pada tanggal 6 Februari 2019 http://www.academia.edu/29063179/MAKALAH_MINAT_BACA_SISWA
Disdik-Gerakan
Literasi Sekolah. Diakses pada tanggal 6 Februari 2019 https://disdik.bandung.go.id/ver3/gerakan-literasi-sekolah/
Gln-
Kilasan Gerakan Literasi Nasional. Diakses pada tanggal 6 Februari 2019 http://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/tentang-gln/
Zahra,
Catatan Anik-Gerakan Literasi Sekolah (GLS) serta Kegiatan dalam Tahapan
Literasi Sekolah. Diakses pada tanggal 6 Februari 2019
https://anikzahroh.blogspot.com/2017/11/gerakan-literasisekolah-gls-serta.html
Gurudigital.id-Contoh Program Gerakan Literasi di Sekolah. Diakses pada tanggal
6 Februari 2019 https://gurudigital.id/contoh-program-gerakan-literasi-di-sekolah/
Student-Pentingnya
Meningkatkan Minat Baca di Antara Kita. Diakses pada tanggal 6 Februari 2019 https://student.cnnindonesia.com/edukasi/20180212120527-445-275550/pentingnyameningkatkan-minat-baca-di-antara-kita
Bpkp-Meningkatkan
Minat Baca. Diakses pada tanggal 6 Februari 2019 http://www.bpkp.go.id/pustakabpkp/index.php?p=tingkat%20minat%20baca
0 komentar:
Posting Komentar