Kamis, 28 September 2017

Agenda Nunukan Tawau

September 28, 2017 Posted by Ratna 20 comments

Kita semua tahu kalau Indonesia itu sangat luas dan berbatasan dengan banyak negara. Nah, pernah kalian berfikir sebagai masyarakat  Indonesia bagaimana rasanya tinggal di wilayah-wilayah yang langsung berbatasan dengan negara tetangga? Hidup di perbatasan memang jauh dari pantauan dan pengawasan pemerintah pusat. Alhasil banyak kehidupan-kehidupan unik menghinggapi para warga di perbatasan Indonesia dan Malaysia di kabupaten Nunukan. Nunukan adalah nama sebuah pulau yang berada di ujung utara Pulau Kalimantan yang berbatasan langsung dengan daerah Sabah dan Serawak, Malaysia. Nunukan juga nama dari kabupaten, kota, serta kecamatan yang ada di pulau ini. Posisinya yang berbatasan langsung dengan Malaysia membuat kehidupan  masyarakatnya menjadi sangat khas.
Kalau kita lihat tayangan video diatas, kita akan menemui banyaknya bahan pokok dan makanan ringan yang berasal dari Malaysia, karenga masayarakat Nunukan sangat tergantung di negeri Jiran, Malaysia. Mata uang ringgit di Nunukan juga menjadi alat tukar pembayaran yang biasa dipakai oleh masyarakat selain rupiah. Menurut masyarakat di sana, hal ini wajar karena dari segi biaya dan waktu akan lebih efisien jika mereka mengimpor barang dari Malaysia, dibandingkan mendatangkan barang-barang dari wilayah Indonesia. Bayangkan, kalau masyarakat harus membeli dari wilayah Indonesia, berapa lama waktu yang harus mereka tunggu sampai barang datang karena harus melalui jalur distribusi yang panjang dan jauh dari pusat kota. Di sepanjang pelabuhan tunontaka banyak warga yang bekerja sebagai jasa penukar uang ringgit. Harga barang juga menjadi lebih mahal karena harus melalui proses angkut pindah barang yang panjang. Bandingkan dengan biaya dan waktu yang harus mereka keluarkan untuk mendatangkan produk-produk Malaysia yang bisa didapatkan dari kota Tawau, Malaysia yang berjarak hanya sekitar satu jam perjalanan laut dari Nunukan. Di pagi hari warga Nunukan ke Tawau, Malaysia untuk bekerja menggunakan kapal cepat, dan pada sore hari mereka kembali ke Nunukan. Warga Nunukan pergi ke Tawau, Malaysia untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari seperti beras, gula, dll yang akan di jual kembali di Nunukan. Tujuam warga Nunukan membeli kebutuhan pokok disana karena harga di Tawau lebih terjangkau di bandingkan dengan harga di perbatasan Nunukan. Pertukaran produk sudah lama terjadi di Tawau, tidak hanya warga Nunukan saja yang mengkonsumsi produk Malaysia, namun warga Malaysia juga mengkonsumsi produk Indonesia. Di pasar Nunukan sendiri, produk-prodk dari Tawau, Malaysia sangat mudah ditemukan. Jika membeli dengan jumlah yang kecil, perbedaan harga produk memang tidak terasa, namun jika membeli dengan jumlah besar harga produk Malaysia yang dijual lebih bersaing. Pemerintah di Kabupaten Nunukan tidak dapat berbuat banyak, karena jarak dan transfortasi yang menjadi alasan  mahalnya barang di perbatasan. Suprianto sebagai Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Nunukan mengatakan bahwa Nunukan masih kekurangan, barang lebih mudah, murah dan cepat masuk dari luar atau dari Malaysia daripada dari Indonesia. Faktor letak wilayah serta murah dan mudahnya mendapatkan produk-produk dari Malaysia membuat warga perbatasan secara ekonomi terjajah. Sebagian masyarakatnya dalam menyambung hidupnya lebih memilih pergi ke Tawau ketimbang ke Nunukan. Di bidang pendidikan juga demikian.

Kabupaten Nunukan memperlihatkan sisi lain dari Indonesia. Indonesia yang sudah merdeka 72 tahun, namun masyarakat Nunukan masih bergantung dengan negera tetangga. Ini merupakan pembelajaran sedikit bagi pemerintah untuk suatu tindakan di perbatasan Indonesia agar sesuatu seperti ini tidak akan terjadi dengan waktu yang lama, mengingat Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah merdeka 72 tahun. Jadi seluruh warga Indonesia mesti hidup sejahtera.  Pemerintah Republik Indonesia harusnya memikirkan kesejahtaeraan dan kemakmuran rakyatnya terutama di daerah perbatasan agar kehidupannya tidak selalu tergantung dengan negara tetangga.

20 komentar:

  1. Mudah-mudahan pemerintah segera sadar akan kehidupan warga yang berada diperbatasan yaa, nice rat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank, semoga saja ya bintang, kita sebagai rakyat hanya bisa memberikan pendapat dan seharusnya pemerintah lebih memperhatikan rakyatnya

      Hapus
    2. Kalaupun pemerintah sudah sadar akan kehidupan warga yang berada di perbatasan, tindakan apa yang cocok pemerintah berikan kepada warga yang ada di perbatasan tersebut?

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    4. mm.. pemerintah seharusnya tau kewajiban nya sesuai dengan apa program kerja yang dibentuk. Seperti halnya penunjang sarana dan prasarana untuk mensejahterakan rakyat :)

      Hapus
  2. Pemerintah harusnya memperhatikan masyarakat diperbatasan , agar mereka tidah selalu bergantung kepada negara tentangga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bergantung dengan negara tetangga sepertinya akan selalu terjadi, mengingat harga produk di negara tetangga lebih terjangkau dibandingkan dengan di negara sendiri. Masyarakat perbatasan lebih tertarik berbelanja di negeri seberang dan di jual di Indonesia agar mendapatkan untung yang lebih

      Hapus
  3. Semoga pemerintah lebih memperhatikan kehidupan saudara kita yang hidup di perbatasan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita sebagai rakyat hanya bisa mempercayai pemerintah untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik. Namun, tidak sedikit rakyat di perbatasan bahkan di pedalaman belum merasakan kesejahteraan.

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Jika warga nunukan masih tergantung kepada negara tetangga bisa saja warga nunukan berganti kewarganegaraan malaysia, pemerintah indonesia harus memperhatikan setiap waganya khususnya warga di perbatasan indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika masyarakat nunukan ingin pindah kewarganegaraan, kita sebagai masyarakat biasa hanya bisa pasrah. Karena masyarakat setempat lebih terjamin hidupnya di negara tetangga. Bisa dikatakan pemerintah belum maksimal menjalankan tugasnya.

      Hapus
  7. Pemerintah harusnya menyamakan hak penduduk yang tidak mampu untuk mendapatkan sembako atau raskin.

    BalasHapus
  8. Pemerintah seharusnya sadar akan sulitnya akses di daerah perbatasan sehingga masyakat di perbatasan sangat tergantung dengan negara tetangga yg dimana akses ke negara tetangga lebih mudah, pemerintah harus mempunyai kebijakan yg tegas dan harus lebih memperhatikaan keadan masyarakat di perbatasan.

    BalasHapus
  9. Semoga pembangunan pun tidak hanya di daerah perkotaan saja melainkan di tempat-tempat menuju perbatasan agar masyarakat di nunukan tidak tergantung lagi kepada negara tetangga kita

    BalasHapus
  10. semoga pemerintah segera mengatasi masalah yang sedang di hadapi oleh warga negara yang tinggal di daerah perbatasan. Agar mereka tidak lagi bergantung pada negara tetangga.

    BalasHapus
  11. Semoga pemerintah memperhatikan hal-hal tersebut, supaya masyarakat nunukan tidak tergantung kepada negara jiran.

    BalasHapus
  12. Semoga pemerintah menemukan jalan kluar agar masyarakat di daerah perbatasan tidak lagi bergantung pada negara tetangga dan masyarakat di daerah perbatasan bisa hidup dengan sejahtera dan makmur

    BalasHapus